Boladunia

Tak Ingin Mengulang Kekalahan seperti di Euro 2020, Spanyol sudah Antisipasi Adu Penalti Hadapi Maroko

Spanyol lebih diunggulkan saat berhadapan dengan Maroko.

Muhammad Ilham Baktora

Striker timnas Spanyol Ansu Fati (kanan) melakukan selebrasi gol dalam pertandingan persahabatan antara Yordania dan Spanyol di Stadion Hussein Youth City di Amman, Yordania, pada 17 November 2022. (Photo by Khalil MAZRAAWI / AFP)
Striker timnas Spanyol Ansu Fati (kanan) melakukan selebrasi gol dalam pertandingan persahabatan antara Yordania dan Spanyol di Stadion Hussein Youth City di Amman, Yordania, pada 17 November 2022. (Photo by Khalil MAZRAAWI / AFP)

Bolatimes.com - Timnas Spanyol telah mengantisipasi babak adu penalti saat menghadapi Maroko di Stadion Education City, babak 16 besar Piala Dunia 2022, Selasa (6/12/2022) malam.

Spanyol tak ingin mengulang kekalahan yang sama saat adu penalti menghadapi Italia di Euro 2020 lalu.

Luis Enrique, pelatih La Furia Roja akan menggempur Maroko. Ia juga sudah memasang para pemainnya agar pertandingan tak berlanjut ke babak adu penalti.

"Lebih dari setahun lalu, di salah satu kamp Spanyol, saya memberi tahu mereka bahwa mereka harus tiba di sini dengan setidaknya 1.000 penalti, ujar Enrique kepada BBC dilansir dari Suara.com, Selasa.

Enrique bisa sedikit percaya diri karena memiliki kiper yang cukup tangguh.

"Kami punya penjaga gawang yang sangat bagus, salah satu dari ketiganya dapa melakukan dengan sangat baik di situasi ini," terang Enrique.

Spanyol masih diunggulkan ketika bertemu dengan Maroko, meski Maroko berhasil mengalahkan Belgia di fase grup. Namun begitu tak ada yang bisa memastikan siapa yang akan meraih kemenangan untuk melaju ke 8 besar nanti malam.

Untuk diketahui, Spanyol dan Maroko sudah empat kali bertemu dalam kompetisi internasional sejak 1961. Spanyol tercatat dua kali menang dalam pertemuan itu. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, kedua tim hanya bermain imbang 2-2.

Maroko nyaris tak pernah kalah dalam enam pertandingan di bawah asuhan pelatih Walid Reragui yang sejak September membesut mereka. Maroko hanya kebobolan satu gol saat melawan Kanada dalam pertandingan terakhirnya.

Maroko mencapai babak 16 besar untuk kedua kalinya sejak 1986. Ini pertama kalinya seorang pelatih Arab membawa tim ke babak gugur.

Berita Terkait

Berita Terkini