Boladunia

Dua Pelatih yang Sudah Gugur dari Jabatannya meski Piala Dunia 2022 Belum Berakhir

Dua pelatih sudah jadi korban di Piala Dunia 2022. Padahal baru babak fase grup

Irwan Febri Rialdi

Roberto Martinez pada ses latihan Beliga di Kaliningrad (27/6), [Ozan Kose/AFP]
Roberto Martinez pada ses latihan Beliga di Kaliningrad (27/6), [Ozan Kose/AFP]

Bolatimes.com - Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 memang masih belum berakhir, tetapi sudah ada dua nama pelatih yang gugur dari jabatannya.

Sebab, kedua pelatih ini sudah merasa bertanggung jawab karena gagal membawa anak asuhnya meraih hasil yang memuaskan di fase penyisihan grup Piala Dunia 2022.

Dua pelatih ini sama-sama gagal mengantarkan anak asuhnya untuk bisa bersaing dan merebut tiket lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Oleh karena itu, para pelatih tersebut sudah mengakui bahwa kegagalan ini menjadi tanggung jawabnya. Mereka pun siap untuk menerima konsekuensi bahwa pekerjaannya akan segera berakhir.

Berikut Bolatimes.com menyajikan dua pelatih yang menjadi korban karena gagal bersama anak asuhnya di Piala Dunia 2022.

1. Gerardo Martino (Meksiko)

Gerardo Martino pelatih Meksiko saat merayakan kemenangannya bersama kiper Guillermo Ochoa. (Instagram/@tatamartinodt)
Gerardo Martino pelatih Meksiko saat merayakan kemenangannya bersama kiper Guillermo Ochoa. (Instagram/@tatamartinodt)

Pelatih timnas Meksiko, Gerardo Martino, tampaknya merasa sangat bertanggung jawab atas kegagalan anak asuhnya melanjutkan perjuangan di Piala Dunia 2022.

Menurut Martino, kegagalan Meksiko tersingkir dari perebutan tiket lolos dari fase Grup C merupakan tanggung jawabnya secara penuh.

“Saya jadi orang pertama yang bertanggung jawab atas kekecewaan dan frustasi yang kami alami. Sebagai pelatih, kegagalan ini menimbulkan kesedihan yang mendalam,” kata Martino seperti dikutip dari ESPN.

“Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas kegagalan besar ini Kontrak saya berakhir begitu wasit meniup peluit panjang (tanda berakhirnya laga Arab Saudi vs Meksiko) dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” lanjutnya.

Meksiko harus puas menduduki peringkat ketiga Grup C dengan koleksi empat poin setelah meraih satu kemenangan, satu kekalahan, dan satu imbang.

2. Roberto Martinez (Belgia)

Roberto Martinez pada ses latihan Beliga di Kaliningrad (27/6), [Ozan Kose/AFP]
Roberto Martinez pada ses latihan Beliga di Kaliningrad (27/6), [Ozan Kose/AFP]

Selain Martino, pelatih lainnya yang juga memutuskan untuk mengundurkan diri seusai gagal membawa timnya berprestasi di Piala Dunia 2022 ialah Roberto Martinez.

Nakhoda timnas Belgia ini dilaporkan tak memperpanjang kontraknya. Alasannya ialah karena Belgia gagal melanjutkan langkahnya ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

“Situasi saya sangat jelas. Ini adalah akhir bagi saya,” ujar Roberto Martinez seperti dikutip dari ESPN.

Timnas Belgia dipastikan tersingkir dari persaingan Grup F setelah mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan.

Sebelumnya, Belgia hanya sanggup menang 1-0 atas Kanada, lalu tumbang mengejutkan 0-2 dari Maroko, dan terakhir bermain imbang tanpa gol kontra Kroasia.

Dengan hasil ini, Belgia yang sempat difavoritkan di Grup F ternyata hanya bisa mengakhiri persaingan di peringkat ketiga klasemen akhir.

Kontributor: M Faiz Alfarizie

Berita Terkait

Berita Terkini