Boladunia

Rekam Jejak Qatar, Kontestan Piala Dunia 2022 yang Dulu Dicukur Timnas Indonesia

Qatar yang dulu beda dengan sekarang.

Husna Rahmayunita | Arief Apriadi

Selebrasi para pemain Qatar usai membobol gawang Paraguay sehingga kedudukan berakhir imbang 2-2 pada fase Grup B Copa America 2019. (PEDRO UGARTE / AFP)
Selebrasi para pemain Qatar usai membobol gawang Paraguay sehingga kedudukan berakhir imbang 2-2 pada fase Grup B Copa America 2019. (PEDRO UGARTE / AFP)

Bolatimes.com - Kiprah Timnas Qatar kontestan sekaligus tuan rumah Piala Dunia 2022 dinilai cukup fenomenal. Pernah dipermalukan Timnas Indonesia, Qatar menjelma menjadi salah satu tim kuat Asia.

Di masa lalu, Qatar dipandang remeh lantaran skuadnya kerap jadi bulan-bulanan rival. Salah satu tim yang sempat menjadi mimpi buruk bagi Qatar adalah Timnas Indonesia.

Itu terjadi pada dua dekade silam tepatnya di ajang Piala Asia 2004 yang berlangsung di China ketika Qatar 'adu mekanik' dengan Timnas Indonesia.

Kala itu, Qatar dan Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah China dan Bahrain. Di akhir fase grup, mereka harus terdampar di dasar klasemen alias satu strip di bawah tim Merah Putih yang finis ketiga.

Sepanjang babak penyisihan grup, Timnas Qatar tidak mampu meraih kemenangan. Dari tiga laga yang dijalani, mereka mencatatkan satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Timnas Qatar berjumpa Indonesia pada matchday pertama pada 18 Juli 2004. Negara Timur Tengah itu pun takluk 1-2 dari Garuda yang mencetak gol melalui Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman, di mana sang lawan cuma mampu membalas melalui Mohamed Magid tujuh menit jelang bubaran.

Kini, prestasi Timnas Qatar dan Indonesia seperti langit dan bumi. Setelah bertahun-tahun jadi bulan-bulanan negara Asia, mereka menyeruak menjadi salah satu tim kuat di benua kuning.

Hal itu bisa terjadi karena inovoasi dan kerja keras Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) yang melakukan berbagai terobosan dari merekrut pelatih kelas dunia dan membangun Aspire Academy.

Aspire Academy dirancang Qatar untuk menelurkan talenta-talenta sepak bola berbakat salah satunya demi mengakali aturan naturalisasi FIFA.

Qatar membuka beasiswa lewat Aspire Academy untuk para imigran dari seluruh dunia sejak usia mereka masih 4-5 tahun. Selain diberikan fasilitas terbaik di dunia, anak-anak bertalenta ini diharapkan membela Qatar saat dewasa.

Proyek itu bisa dibilang berhasil di mana Timans Qatar mampu menjadi juara Piala Asia 2019 dengan mengandalkan beberapa pemain yang lahir di luar negara mereka.

Di Piala Dunia 2022, proyek itu pun kian jadi penyokong talenta-talenta untuk Timnas Qatar. Tercatat, sebanyak 10 pemain mereka saat ini lahir di luar negara tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini