Boladunia

Kisah Jules Rimet, Mantan Presiden FIFA yang Diabadikan Jadi Nama Trofi Piala Dunia

Begini kisah Jules Rimet, hingga namanya dijadikan trofi Piala Dunia.

Rauhanda Riyantama

Mantan Presiden FIFA, Jules Rimet (tengah). (AFP)
Mantan Presiden FIFA, Jules Rimet (tengah). (AFP)

Bolatimes.com - Kisah seputar Piala Dunia, kali ini menyasar pada salah satu nama yang paling sering disebut dalam gelaran empat tahunan sepak bola dunia ini, yakni Jules Rimet.

Piala Dunia selalu terikat dengan kisah Jules Rimet, nama yang dijadikan sebagai trofi Piala Dunia sejak awal abad ke-20 sebelum diganti trofi Piala Dunia saat ini.

Bukan tanpa alasan mengapa nama Jules Rimet bisa diambil sebagai nama trofi Piala Dunia, terdapat alasan tersendiri di balik fenomena itu.

Jules Rimet sebenarnya merupakan nama Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) ke-3, nama seorang pria yang berasal dari Prancis.

Selain itu Jules Rimet juga merupakan Presiden FIFA terlama, medio 1921 hingga 1954, di samping jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Dedikasi paling tinggi dalam dunia sepak bola adalah inisiasi adanya gelaran Piala Dunia, tepat setelah Perang Dunia I dan terealisasi pada 1930.

Trofi Jules Rimet pertama untuk Piala Dunia dipahat oleh Abel Lafleur, saat itu berwujud dewi Yunani yang melambangkan kemenangan.

Memiliki tinggi sekitar 3,8 meter dengan berat saat itu 6,1 kg dan terbuat dari emas 18 karat serta perak.

Trofi ini awalnya dinamai Victory, namun pada 1946 diganti nama dengan Jules Rimet dengan alasan untuk menghormati mantan Presiden FIFA itu.

Setelah 10 tahun dari pergantian nama itu, Jules Rimet meninggal dunia pada 1956 di Prancis, hanya dua hari berselang ulang tahunnya ke-83.

Trofi Jules Rimet bertahan hingga 1970 tepat saat Brasil meraih gelar juara dan barulah pada 1974 FIFA memperkenalkan trofi Piala Dunia yang baru rancangan Silvio Gaazaniga.

Menariknya trofi asli Jules Rimet hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya, setelah pada 1983 raib dicuri, karena itulah nama Jules Rimet menjadi yang paling sering disebut saat Piala Dunia.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini