Boladunia

Gregoire Akcelrod, Pemain Gadungan Paris Saint-Germain yang Nyaris Tipu Banyak Klub

Tukang kibul kena getahnya.

Husna Rahmayunita

Gregorie Akcelrod. (Instagram/@gregoireakcelrod)
Gregorie Akcelrod. (Instagram/@gregoireakcelrod)

Bolatimes.com - Gregoire Akcelrod membuat kontroversi dengan menyeret klub top Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Gara-gara mengaku sebagai George Weah, PSG nyaris kena kibul.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya Akcelrod melancarkan aksinya keSouthampton dan Graeme Souness.

Gregoire Akcelrod berusaha keras menempa diri dengan karier sepak bola setelah dilarang keras sang ayah untuk bermain sepak bola saat masih berusia antara 10-18 tahun.

Prestasi tertingginya adalah bermain untuk tim amatir Paris Saint-Germain di tingkat kelima sepak bola Prancis, atau lebih tepatnya liga amatir terburuk Prancis.

Meskipun pada akhirnya, ia memiliki satu kesempatan memutarbalikkan fakta dengan cara yang luar biasa tetapi masuk kategori tindakan kriminal.

Manyadur Sportbible, Gregoire membuat laman web palsu yang menyebutkan bahwa ia bermain untuk tim cadangan Paris Saint-Germain di Ligue 1.

Tak sampai di situ, ia bahkan menyalin laporan pertandingan dari sebuah surat kabar dengan memasukkan namanya sebagai pengganti Nicolas Anelka.

Selain itu ia memasukkan foto yang memperlihatkan dirinya di lapangan Stadion Parc des Princes mengenakan jersey PSG dan memasukkannya pada CV palsu.

Mantan pegawai McDonald's itu sempat mengirim surat lamaran ke beberapa klub Premier League, termasuk Chelsea, Manchester City dan Arsenal.

Arsenal bahkan sempat membalas surat tersebut, melalui asisten Arsene Wenger yang dengan halus menolak permintaan trial Arkcelrod.

Menariknya beberapa klub lain justru menawarkan Akcelrod percobaan, seperti Swindon Town, Bournemouth, Norwich City, Falkirk dari Skotandia serta Dundee United.

Di tahun 2009, Akcelrod menolak pindah ke sebuah tim dari Luksemburg setelah mendapat tawaran dari tim Bulgaria dan CSKA Sofia yang saat itu tampil di Kualifikasi Liga Champions.

Klub tersebut menawari kontrak Akcelrod selama tiga tahun dengan gaji setiap bulannya hingga 15 ribu poundsterling.

Aksi tipu-tipunya nyaris berhasil, sebelum para fans PSG tergerak dan ramai-ramai menyebut tidak pernah mengenal siapa itu Akcelrod.

Tanda tangan kontrak batal terjadi, pihak CSKA Sofia kemudian menendang Akcelrod dari markas mereka setelah aksi kibulnya ketahuan.

"Saya melakukan uji coba dua hari dan pada hari Minggu pelatih mengatakan kepada agen saya bahwa dia ingin mengontrak saya," ucap Akcelrod.

"Mereka mengambil foto saya dengan jersey resmi CKSA, saya menandatangani kontrak, mereka mempublikasikan di situs CSKA bahwa saya menandatangani.

"Tapi fans PSG yang menghancurkan saya. Semalam, salah satu fans CSKA Sofia menghubungi forum online PSG dan bertanya, 'Kami akan merekrut Greg Akcelrod, apa pendapat Anda tentang dia?'

“Semua fans PSG tidak mengenal saya. Mereka bilang saya palsu, mereka memeriksa website saya. Tapi beberapa di antaranya benar, video di Swindon misalnya.

"Penggemar CSKA menghubungi setiap jurnalis di Sofia dan terungkap bahwa klub akan merekrut pemain palsu,"imbuhnya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini