Boladunia

Deretan Kejadian Kontroversial Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Nomor 3 Paling Mencekam

Gelaran Piala Dunia melahirkan sejumlah kejadian kontroversial yang hingga kini tak terlupakan.

Rauhanda Riyantama

Andres Escobar (kiri) saat melakukan gol bunuh diri saat laga Kolombia lawan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994. (MIKE NELSON / AFP)
Andres Escobar (kiri) saat melakukan gol bunuh diri saat laga Kolombia lawan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994. (MIKE NELSON / AFP)

Bolatimes.com - Berikut deretan kejadian kontroversial yang pernah tercipta dalam gelaran Piala Dunia, dan membuat banyak orang sulit melupakan kejadian-kejadian tersebut.

Sebagai ajang terakbar di dunia sepak bola, banyak yang berharap Piala Dunia berlangsung dengan adil tanpa adanya kontroversi di dalamnya.

Namun, sejak Piala Dunia digelar pada 1930 silam, sederet kejadian kontroversial terus terjadi, entah itu karena kealpaan pengadil lapangan maupun akibat belum majunya teknologi.

Sebagai contoh adalah gol Frank Lampard ke gawang Jerman yang tak disahkan oleh wasit, sehingga membuat lahirnya Goal Line Technology atau teknologi garis gawang.

Hal tersebut terjadi saat Timnas Inggris berhadapan dengan Jerman di babak 16 besar Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Di laga tersebut, Lampard mampu melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang. Bola pun kemudian memantul ke dalam gawang Jerman, sebelum akhirnya keluar dan ditangkap Manuel Neuer.

Meski dalam tayangan ulang bola nampak sepenuhnya telah masuk ke gawang Neuer, namun wasit mengindahkan kejadian tersebut sehingga Timnas Inggris gagal menyamakan kedudukan atas Jerman.

Karena gol yang tak disahkan tersebut, Timnas Inggris pun akhirnya takluk dari Jerman dengan skor 4-1 dan gugur lebih cepat.

Kejadian kontroversial ini pun menjadi salah satu kejadian kontroversial yang tercipta di Piala Dunia. Masih banyak kejadian lain yang mengundang tanda tanya.

Apa saja deretan kejadian kontroversial itu? Berikut rangkumannya.

1. Keberhasilan Korea Selatan Mengalahkan Italia

Ahn Jung-Hwan berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia.2002. (Jacques Demarthon/AFP)
Ahn Jung-Hwan berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia.2002. (Jacques Demarthon/AFP)

Pada Piala Dunia 2002 lalu, Korea Selatan membuat kejutan dengan mengalahkan Timnas Italia dan melaju ke babak semifinal.

Namun keberhasilan Korea Selatan ini melahirkan sederet kontroversi. Sebab, ada dugaan kecurangan yang dilakukan tuan rumah.

Kecurangan ini terlihat dari keputusan wasit yang mengeluarkan keputusan aneh terhadap Italia, seperti gol yang dianulir dan kartu merah yang diterima Francesco Totti akibat Diving.

Alhasil, Korea Selatan pun menang atas Italia lewat gol Ahn Jung-hwan di menit ke-117, yang membuat sang pemain kemudian diusir dari Italia.

2. Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Momen gol tangan Tuhan Diego Maradona. (Dok. FIFA)
Momen gol tangan Tuhan Diego Maradona. (Dok. FIFA)

Mendiang Diego Maradona mungkin tak akan pernah dilupakan oleh pecinta sepak bola. Tak hanya karena aksi olah bolanya, melainkan gol tangan Tuhan yang diciptakannya.

Gol tangan Tuhan Maradona ini diciptakan di Piala Dunia 1986, kala Argentina berhadapan dengan Timnas Inggris di babak perempat final.

Kala itu, Diego Maradona terlihat meninju bola di udara saat memperebutkan bola dengan kiper Timnas Inggris, Peter Shilton dan membuat bola masuk ke gawang.

Aksi tersebut banyak diprotes oleh pemain Timnas Inggris, namun wasit tetap bergeming. Keterbatasan teknologi membuat gol itu tetap disahkan, dan menjadi salah satu gol kontroversial di Piala Dunia.

3. Meninggalnya Andres Escobar

Andres Escobar. (Sumber: Dok. The Guardian).
Andres Escobar. (Sumber: Dok. The Guardian).

Piala Dunia tak hanya menghadirkan sukacita semata. Bahkan tangis pun pernah tercipta di ajang ini, tepatnya di Piala Dunia 1994.

Tangis tersebut muncul seiring meninggalnya bek Timnas Kolombia, Andres Escobar, pasca gelaran Piala Dunia 1994.

Andres Escobar meninggal 5 hari pasca Piala Dunia, setelah Timnas Kolombia tersingkir di fase grup usai dirinya menciptakan gol bunuh diri saat berhadapan dengan Amerika Serikat.

Dalam berbagai laporan, gol bunuh diri ini disebut-sebut menjadi faktor utama dirinya meninggal dunia, di mana ia mendapat 6 tembakan di sebuah tempat parkir di klub malam.

Kontributor: Felix Indrajaya

Berita Terkait

Berita Terkini