Boladunia

Terlalu Digembor-gemborkan, Ini 3 Golden Boy yang Gagal Total

Pernah mendapatkan penghargaan Golden Boy, tapi tak sesuai harapan

Irwan Febri Rialdi

Mario Balotelli saat sesi latihan bersama Timnas Italia (3/6) [Marco Bertorello/AFP]
Mario Balotelli saat sesi latihan bersama Timnas Italia (3/6) [Marco Bertorello/AFP]

Bolatimes.com - Seiring munculnya para pemain muda berbakat yang menjadi incaran banyak klub top Eropa, ada beberapa di antaranya yang sudah bergabung tapi gagal bersinar.

Meskipun sudah bermain bersama tim papan atas Eropa yang notabene langganan juara, para pemain yang digadang-gadang sebagai golden boy ini gagal total.

Tak sedikit karier para pemain ini berakhir di usia mereka yang masih muda, lantaran cedera atau masalah lainnya yang membekap mereka.

Di tahun 2019, gelar golden boy direngkuh bintang Atletico Madrid, Joao Felix meski gelar itu tak sejalan dengan prestasi yang ditorehkan untuk tim.

Lebih dari itu ada beberapa pemain berstatus golden boy yang kariernya merosot tajam, bahkan lebih buruk dari Joao Felix.

Siapa saja mereka? berikut ini deretan golden boy yang gagal total merepresentasikan gelar yang sudah disandang.

1. Mario Balotelli

Namanya mulai bersinar bersama Manchester City, selain Inter Milan dan AC Milan, Mario Balotelli melesat sebagai salah satu pemain muda berbakat.

Namun perilaku Balotelli berbanding terbalik dengan kemampuan yang dimiliki saat berada di atas lapangan, ia kerap terlibat masalah.

Status Golden Boy 2010 hanya tinggal kenangan dan pada akhirnya sang pemain kini hanya bermain untuk klub Liga Italia Serie B, Brescia.

2. Anderson

Banyak pemain Brasil yang melakukan eksodus besar-besaran ke Eropa, dan Manchester United jadi salah satu klub yang dituju.

Anderson menjadi pemain muda berbakat yang saat itu mencuri perhatian Sir Alex Ferguson, hingga pada akhirnya ia beruntung direkrut Man United.

Gelar Golden Boy diraih Anderson di tahun 2008, sederet gelar diberikan untuk Man United termasuk salah satunya Liga Champions di tahun itu.

Namun cedera membuat kariernya hancur, Anderson pensiun muda dan kini berprofesi sebagai asisten pelatih Adana Demispor.

3. Renato Sanchez

Ajang EURO 2016 menjadi panggung Renato Sanchez menunjukkan bakatnya sebagai pemain muda berbakat kepada seluruh Eropa.

Hingga akhirnya Bayern Muenchen kepincut dengan Renato dan mendatangkannya ke Allianz Arena tahun itu juga.

Gagal bersinar, Renato dipinjamkan ke Swansea City hingga akhirnya dilepas ke Lille di mana sang pemain berjuang menemukan kembali perfoma terbaiknya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini