Boladunia

Profil Fatih Karagumruk SK, Klub Turki Miskin Prestasi yang Kini Dilatih Andrea Pirlo

Pirlo jadi pelatih Fatih Karagumruk SK mulai musim depan.

Rauhanda Riyantama

Andrea Pirlo resmi jadi pelatih klub Turki, Fatih Karagumruk SK. (Twitter/@Pirlo_official)
Andrea Pirlo resmi jadi pelatih klub Turki, Fatih Karagumruk SK. (Twitter/@Pirlo_official)

Bolatimes.com - Mengenal Fatih Karagumruk SK, klub asal Turki yang membuat gebrakan dengan merekrut mantan pelatih Juventus, Andrea Pirlo, sebagai pelatih.

Kabar mengejutkan datang dari Turki di mana salah satu klub kasta teratasnya atau Super Lig, Fatih Karagumruk SK, merekrut Andrea Pirlo sebagai pelatihnya musim depan.

Pirlo direkrut sebagai pelatih usai dirinya menganggur sejak dipecat oleh Juventus pada akhir musim 2020/2021 silam.

Sebagaimana diketahui, pria berusia 43 tahun itu ditunjuk sebagai pelatih oleh petinggi Juventus untuk menggantikan Maurizio Sarri yang dilengserkan.

Meski belum punya pengalaman mentereng dan baru menukangi tim akademi, manajemen Juventus tetap mempercayai mantan pemainnya itu sebagai pelatih.

Hasilnya pun cukup buruk. Di bawah arahan Pirlo, Juventus sempat terseok-seok dan bahkan harus berebut satu tempat di empat besar klasemen hingga laga terakhir.

Meski begitu, Pirlo berhasil membuat Juventus meraih trofi dengan merengkuh gelar Coppa Italia 2020/2021 dan Supercoppa Italia 2020/2021.

Torehan itu tetap tak membuat Pirlo aman dari pemecatan. Ia harus dipecat di akhir musim 2020/2021 dan digantikan Massimiliano Allegri.

Pasca pemecatan itu, Pirlo pun menganggur. Ia sempat dikaitkan dengan beberapa klub Italia. Namun pada akhirnya dirinya memilih melancong ke Turki dan menerima pinangan Fatih Karagumruk SK.

Lantas, siapakah klub Fatih Karagumruk SK tersebut? Bagaimana kiprahnya di sepak bola Turki?

Potret pemain Fatih Karagumruk SK. (Instagram/karagumruk_sk)
Potret pemain Fatih Karagumruk SK. (Instagram/karagumruk_sk)

Klub Tua Turki yang Miskin Prestasi

Fatih Karagumruk SK atau biasa disebut Karagumruk, merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Turki. Klub ini berdiri pada 96 tahun silam, tepatnya pada tahun 1926.

Karagumruk sendiri berdiri di Fatih, sebuah distrik yang ada di Istanbul yang merupakan kota terbesar Turki dan terletak di wilayah ibu kota.

Meski telah cukup lama berdiri dan malang melintang di sepak bola Turki, Karagumruk merupakan klub yang miskin prestasi.

Malahan, Karagumruk terbilang klub yang semenjana, karena baru-baru saja tampil di pentas teratas Liga Turki atau yang biasa disebut Super Lig.

Usai berdiri pada 1926, Karagumruk tak langsung masuk ke kasta sepak bola nasional. Butuh tujuh tahun atau hingga 1933 klub berjuluk Kara Kirmizi ini terdaftar di kancah sepak bola Turki.

Perjalanan Karagumruk di sepak bola Turki pun jauh dari gemerlap prestasi. Bahkan, klub ini lebih banyak menghabiskan tahun-tahunnya di kasta terbawah.

Karagumruk sempat tampil di kasta teratas di tahun 1959 hingga 1963 dan di tahun 1983 hingga 1984. Di luar itu, Kara Kirmizi lebih banyak bermain di kasta terbawah hingga level amatir.

Tercatat, Karagumruk dua kali terdegradasi ke liga amatir dalam kiprahnya di sepak bola Turki. Hingga akhirnya, tim ini berhasil bangkit belakangan ini.

Karagumruk terus melaju dan terbang hingga menembus Super Lig usai promosi via Play Off TFF First League atau kasta kedua sepak bola Turki pada musim 2019/20.

Di musim pertama dan keduanya usai kembali ke kasta teratas, Karagumruk mengalahkan stigma tim promosi sebagai tim lemah, usai finis di peringkat ke-8 klasemen dua musim berturut-turut.

Karagumruk pun berambisi bisa menembus papan atas klasemen dan bersaing memperebutkan satu tempat di zona Eropa musim depan.

Oleh karenanya, Karagumruk merekrut Andrea Pirlo yang dinilai punya kapasitas untuk memenuhi ambisi tersebut.

Terlepas dari ambisi klub itu, keputusan Pirlo bergabung Karagumruk adalah hal yang tepat. Pasalnya, ia akan jauh dari sorotan media dan bisa tampil lepas tanpa tekanan.

Apalagi, Karagumruk bukanlah tim tradisional yang punya status besar seperti Fenerbahce, Galatasaray, ataupun Besiktas. Alhasil, Pirlo bisa fokus menjalani kariernya sebagai pelatih sekaligus menambah pengalamannya sebelum kembali ke sepak bola teratas Eropa.

(Kontributor: Felix Indra Jaya)

Berita Terkait

Berita Terkini