Boladunia

Tak Cuma Thibaut Courtois, Ini 3 Kiper yang Pernah Jadi 'Man of the Match' di Final Liga Champions

Thibaut Courtois bukan satu-satunya kiper yang menjadi Man of the Match di final Liga Champions

Irwan Febri Rialdi

Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]
Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]

Bolatimes.com - Berikut deretan kiper yang pernah menyabet gelar 'Man of the Match' atau pemain terbaik di final Liga Champions, seiring keberhasilan Thibaut Courtois meraih predikat itu.

Nama Thibaut Courtois menjadi perbincangan usai tampil kesetanan di final Liga Champions 2021/2022 saat Real Madrid berhadapan dengan Liverpool, Minggu (29/5).

Dalam duel itu, Courtois mampu menjadi pembeda sehingga Real Madrid berhasil mengalahkan Liverpool dan merengkuh gelar Liga Champions ke-14 nya.

Kiper berusia 30 tahun itu mampu membuat sembilan penyelamatan dari sembilan tembakan ke gawang yang dilepaskan Liverpool.

Penampilan ini lantas membuat gawang Real Madrid sulit dijebol oleh Liverpool, dan Los Blancos berhasil mencetak gol lewat Vinicius Junior di menit ke-59.

Satu gol itu cukup membuat Real Madrid merengkuh gelar Liga Champions ke-14 nya dalam sejarah kesertaannya di ajang ini.

Courtois yang tampil kesetanan itu pun lantas membuatnya meraih predikat pemain terbaik atau Man of the Match di final Liga Champions 2021/2022.

Keberhasilan kiper berkebangsaan Belgia ini lantas membuatnya mengikuti dua jejak kiper lainnya yang meraih predikat tersebut dan melengkapi tiga kiper yang meraih predikat bergengsi di partai puncak tersebut.

Lantas, siapa saja dua kiper lainnya selain Courtois yang meraih Man of the Match di final Liga Champions? Berikut daftarnya.

1. Edwin van der Sar (Manchester United 2007/2008)

Edwin van der Sar dan Ryan Giggs (Sumber: Twitter)
Edwin van der Sar dan Ryan Giggs (Sumber: Twitter)

Jauh sebelum Thibaut Courtois, kiper yang meraih predikat Man of the Match adalah Edwin van der Sar saat membela Manchester United.

Predikat pemain terbaik final Liga Champions itu didapat Van der Sar pada musim 2007/2008 saat membawa Man United mengalahkan Chelsea.

Di laga itu, Van der Sar tampil apik dengan penyelamatan-penyelamatannya sepanjang waktu normal dan babak Extra Time yang kemudian berlanjut di drama adu penalti.

Dalam babak adu penalti, ia berhasil menepis satu sepakan pemain Chelsea, yakni Nicolas Anelka yang menentukan kemenangan untuk Man United.

2. Oliver Kahn (Bayern Munich 2000/2001)

Sebelum Van der Sar, kiper pertama yang meraih predikat pemain terbaik di final Liga Champions di abad ke-21 adalah Oliver Kahn saat membela Bayern Munich.

Predikat itu diraih karena kiper legendaris Jerman ini berhasil membawa Bayern Munich meraih gelar Liga Champions 2000/2001 lewat drama adu penalti melawan Valencia.

Kahn mampu menepis tiga tendangan dari tujuh penendang Valencia dan memastikan gelar Liga Champions bagi Bayern Munich.

Karena penampilan heroiknya itu, Kahn pun menyabet gelar pemain terbaik final Liga Champions musim 2000/2001.

3. Honourable Mention: Petr Cech (Chelsea 2011/2012)

Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]
Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]

Petr Cech menyabet predikat pemain terbaik ‘tak resmi’ di final Liga Champions 2011/2012. Pasalnya predikat itu didapatkannya dari pilihan fans atau penonton di final antara Bayern Munich vs Chelsea.

Sedangkan predikat pemain terbaik diberikan UEFA kepada Didier Drogba yang mencetak satu gol an menjadi eksekutor penentu sehingga Chelsea merengkuh gelar Liga Champions perdananya.

Meski mendapat predikat tak resmi, Cech menampilkan salah satu penampilan terbaik untuk kiper di final Liga Champions, di mana ia mampu membuat banyak penyelamatan di waktu normal dan babak Extra Time.

Salah satu penyelamatannya adalah menghentikan penalti Arjen Robben di babak Extra Time dan menepis dua tendangan penalti pemain Bayern Munich di drama adu penalti.

kontributor: Felix Indra Jaya

Berita Terkait

Berita Terkini