Boladunia

PSG Bertabur Bintang, Kiper Real Madrid: Sepak Bola Itu Tim, Bukan Individu

Real Madrid akan bersua PSG di babak 16 besar Liga Champions

Irwan Febri Rialdi

Thibaut Courtois saat sesi latihan Real Madrid (@realmadriden/Twitter)
Thibaut Courtois saat sesi latihan Real Madrid (@realmadriden/Twitter)

Bolatimes.com - Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menegaskan Los Blancos sama sekali tidak gentar menghadapi tim bertabur bintang PSG di babak 16 besar Liga Champions yang akan digelar bulan depan.

Meski PSG bertabur pemain bintang, menurut Courtois, sepak bola adalah soal kerja sama tim dan tidak bergantung pada individu tertentu.

Penjaga gawang asal Belgia itu menambahkan jika Real Madrid, yang diterpa berbagai kendala, tetap optimistis menghadapi PSG di leg pertama yang akan digelar di Parc des Princes, 16 Februari mendatang.

Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi (kiri), Kylian Mbappe (tengah), dan Neymar, bereaksi setelah kekalahan 1-2 dari Manchester City dalam matchday kelima Grup A Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. Paul ELLIS / AFP.
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Lionel Messi (kiri), Kylian Mbappe (tengah), dan Neymar, bereaksi setelah kekalahan 1-2 dari Manchester City dalam matchday kelima Grup A Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. Paul ELLIS / AFP.

Sebagaimana diketahui, PSG merupakan ancaman besar bagi setiap klub di ajang Liga Champions. Mengingat bakat-bakat individu luar biasa yang mereka miliki seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Neymar Jr, Sergio Ramos dan lainnya.

PSG belum pernah memenangkan Liga Champions, dan mereka bertekad memenanginya musim ini.

“PSG memiliki pemain hebat seperti Messi, Mbappe, Neymar, tetapi lebih dari itu,” kata Courtois.

“PSG adalah tim yang lengkap," sambungnya dikutip Football Espana, Jumat (28/1/2022).

“Mereka memiliki bakat di semua lini. Akan tetapi sepak bola saat ini lebih tentang tim ketimbang individu. Jika Anda takut, itu bisa menimbulkan masalah."

“Memang benar bahwa seorang pemain berbakat dapat menjadi pembeda dalam pertandingan, tetapi seseorang harus lebih khawatir tentang menghentikan prestasi mereka sebagai sebuah tim.”

(Suara.com/Syaiful Rachman)

Berita Terkait

Berita Terkini