Boladunia

Tragis, Penonton Tewas Terinjak-injak di Laga Kamerun vs Komoro

Sejumlah penonton dilaporkan meninggal dunia akibat terinjak-injak dalam laga Kamerun vs Komoro di babak 16 besar Piala Afrika 2021.

Rauhanda Riyantama

Penyerang Timnas Kamerun, Vincent Aboubakar (kiri) meluapkan kegembiraan usai cetak gol tendangan penalti keduanya ke gawang Burkina Faso dalam laga pembukaan Piala Afrika 2021 di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, Minggu (9/1/2022) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Thaier Al-Sudani)
Penyerang Timnas Kamerun, Vincent Aboubakar (kiri) meluapkan kegembiraan usai cetak gol tendangan penalti keduanya ke gawang Burkina Faso dalam laga pembukaan Piala Afrika 2021 di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, Minggu (9/1/2022) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Bolatimes.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Afrika 2021 antara Kamerun vs Komoro harus menelan korban jiwa. Setidaknya enam penonton harus tewas jelang laga tersebut.

Babak 16 besar Piala Afrika 2021 kembali digelar di mana tuan rumah Kamerun menjamu Komoro di Paul Biya Stadium, Selasa (25/01/22) WIB.

Dalam laga itu, Kamerun yang diunggulkan oleh banyak pihak, berhasil mengalahkan sang kuda hitam dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan Kamerun sendiri ditentukan oleh dua penggawanya, Karl Toko Ekambi yang mencetak gol di menit ke-29 dan Vincent Aboubakar di menit ke-70.

Sedangkan gol balasan Komoro baru lahir 10 menit jelang waktu normal usai lewat sepakan terukur nan indah Youssouf M’Changama.

Berkat kemenangan ini, Kamerun pun berhak melangkah ke babak perempatfinal, di mana tim berjuluk The Indomitable Lions ini dijadwalkan akan bersua kuda hitam lainnya, Gambia.

Sayangnya, kemenangan berharga Kamerun atas Komoro ini ternodai oleh tragedi memilukan yang menelan korban jiwa di kalangan penonton.

Potret suporter brdesak-desakan demi menyaksikan laga Kamerun vs Komoro di babak 16 besar Piala Afrika 2021. (Instagram)
Potret suporter brdesak-desakan demi menyaksikan laga Kamerun vs Komoro di babak 16 besar Piala Afrika 2021. (Instagram)

Sesaat sebelum laga berlangsung, enam penonton harus tewas terinjak-injak saat hendak memasuki tempat perhelatan pertandingan, yakni Paul Biya Stadium.

Adapun kronologinya seperti yang dilansir BBC, para penonton berdesak-desakan saat akan memasuki stadion tempat perhelatan pertandingan.

Dalam laporannya, terdapat 50 ribu orang yang berusaha memasuki stadion yang hanya memiliki kapasitas 60 ribu orang saja.

Padahal, pihak penyelenggara Piala Afrika 2021 hanya memperbolehkan penonton hadir tak lebih dari 80 persen kapasitas stadion tersebut.

Karena banyaknya massa yang berusaha masuk, alhasil tragedi inipuntak bisa dihindarkan. Enam orang harus meregang nyawa di tempat, sedangkan 40 orang harus mengalami luka-luka.

“Beberapa mengalami luka-luka dalam kondisi yang parah. Kami harus mengevakuasi mereka ke rumah sakit tertentu,” ujar Olinga Prudence, selaku perawat dari sebuah rumah sakit di dekat Messassi.

Tanggapan Pihak Penyelenggara Piala Afrika

Pihak penyelenggara Piala Afrika 2021 pun sadar akan tragedi ini dan tengah melakukan investigasi mengapa kejadian ini bisa tercipta.

“CAF (Konfederasi sepak bola Afrika) tengah menginvestigasi situasi ini dan mencoba mendapatkan detail lebih lanjut,” bunyi pernyataan CAF dilansir dari sumber yang sama.

“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah Kamerun dan berkomunikasi dengan Komite penyelenggaraan lokal,” lanjut pernyataan CAF.

Insiden ini pun tak ayal menarik banyak simpati dari beragam pihak. Salah satunya dari klub papan atas Premier League, Everton.

Lewat media sosial Twitter, Everton melayangkan duka cita kepada keluarga korban atas tragedi yang sejatinya bisa dihindari ini.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini