Boladunia

Jelang Final Piala AFF, Media Thailand Sebut Mental Pemain Indonesia Labil

Perang komentar dilakukan media Thailand jelang lawan Indonesia di final Piala AFF 2020.

Rauhanda Riyantama

Pemain Timnas Indonesia rayakan gol Ezra Walian ke gawang Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 yang digelar di Stadion Nasional, Sabtu (25/12/2021). [dok.PSSI]
Pemain Timnas Indonesia rayakan gol Ezra Walian ke gawang Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 yang digelar di Stadion Nasional, Sabtu (25/12/2021). [dok.PSSI]

Bolatimes.com - Jelang bentrok di final Piala AFF 2020, Timnas Indonesia mendapat sorotan dari media Thailad. Siam Sport menyoroti mental skuat Garuda yang dinilai labil.

Siam Sport menilai labilnya skuat besutan Shin Tae-yong disorot dari usia pemain yang turut diboyong ke Singapura. Ya, skuat Merah Putih memang banyak memboyong pemain di bawah usia 23 tahun.

"Indonesia saat ini [berisikan pemain dengan] usia rata-rata adalah 23,7 tahun, di mana Shin Tae-yong mengirim pemain di bawah 23 tahun,'' tulis Siam Sport.

"Ini adalah ide yang benar-benar baik setelah membentuk tim ini sejak 2019, yang merupakan kombinasi dari tim runner-up SEA Games 2019 dengan pemain berusia 19 tahun selama 90 menit,” imbuhnya.

Bermaterikan pemain muda yang dinilai minim pengalaman, tercermin dari beberapa laga. Dua di antaranya adalah mengahadapi Vietnam dan Singapura.

Saat jumpa Vietnam di matchday ketiga Grup B, Timnas Indonesia dipaksa bermain bertahan. Skuat Vietnam tak memberikan ruang agar para pemain muda Indonesia mengembangkan permainan.

Memamg tak buruk. Sebab, Indonesia mampu menahan imbang Vietnam tanpa gol dan ini sebuah pencapaian yang positif mengingat Vietnam adalah juara bertahan.

Satu laga lainnya adalah saat jumpa Singapura di semifinal leg kedua. Sempat unggul gol, mereka malah kebobolan 2 gol balasan dan nyaris kalah.

Masih di laga kontra Singapura, skuat Indonesia juga sempat kewalahan membendung serangan The Lion. Padahal, dalam laga yang berkesudahan 5-3 secara agregat itu, Singapura sudah kehilangan 2 pemain.

"Bermain kurang konsistensi dan kondisi mental yang mungkin agak berfluktuasi. Soal pengalaman dan usia pemain terkadang akan terjadi kesalahan akurasi dan ketajaman saat menghadapi pemain yang lebih berpengalaman seperti Singapura,” lanjut media itu.

Terdekat, Timnas Indonesia akan melakoni dua pertandingan terakhir melawan Thailand di partai final pada 29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022. Media Thailand itu pun melihat kenyataan pemain muda di kubu Indonesia sebagai hal menarik.

“Aspek menarik lainnya bahwa pemain Indonesia lebih rendah dalam hal pengalaman, rata-rata usia, dan kemampuan dalam kecepatan. Taktik apa yang akan ditampilkan dalam pertandingan penting ini?” tulis mereka.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini