Boladunia

5 Kontroversi Wasit Laga Vietnam vs Thailand, Indonesia Perlu Hati-hati

Keputusan wasit Al Abda Saoud Ali menjadi sorotan. Ada lima keputusan parah yang terjadi di lapangan. Dua pelanggaran di kotak penalti diabaikan

Irwan Febri Rialdi

Kontroversi wasit pada laga Vietnam vs Thailand di leg pertama semifinal Piala AFF 2020. (Zingnews)
Kontroversi wasit pada laga Vietnam vs Thailand di leg pertama semifinal Piala AFF 2020. (Zingnews)

Bolatimes.com - Wasit Saoud Al-Abda yang memimpin pertandingan laga pertama semifinal Piala AFF 2020 antara timnas Vietnam versus Thailand menjadi sorotan publik karena mengambil sejumlah keputusan kontroversial.

Pasalnya, wasit asal Qatar itu dianggap merugikan timnas Vietnam karena mengambil sejumlah keputusan kontroversial.

Pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, pun sempat mengajukan protes karena kinerja wasit yang buruk pada pertandingan tersebut.

“Soal wasit, sejujurnya saya tidak ingin membicarakannya. Tapi hari ini kami kalah 0-2 dan pemain mencoba yang terbaik,” kata Park dikutip dari Bongda24h.

“Mengenai wasit, dia mungkin mengerti yang terbaik. Namun, jika dia punya kesempatan, saya pikir dia harus menonton tayangan ulang pertandingan ini,” lanjutnya.

Berikut Bolatimes.com menyajikan lima keputusan kontroversial wasit Al Abda Saoud Ali saat memimpin pertandingan antara Vietnam vs Thailand.

1. Theerathon Bunmathan Sikut Nguyen Quang Hai

Kontroversi pertama yang muncul pada pertandingan leg pertama antara timnas Vietnam vs Thailand terjadi pada menit ke-18.

Saat Nguyen Quang Hai menggiring bola di sisi kanan penyerangan, dia mendapatkan adangan dari Theerathon Bunmathan.

Namun, Nguyen Quang Hai akhirnya terjatuh dan kehilangan bola karena mendapat sikutan dari Theeraton. Sayangnya, insiden yang berada tepat di hadapan asisten wasit ini tak mendapatkan hukuman apa pun.

Pertandingan tetap dilanjutkan oleh wasit meskipun Nguyen Quang Hai terkapar kesakitan akibat disikut oleh Theerathon.

2. Kiper Thailand Memegang Bola dengan Sengaja di Luar Kotak Penalti.

Saat timnas Vietnam melancarkan serangan balik pada menit ke-42, Nguyen Van Toan berlari mengejar bola yang dikirimkan dari belakang.

Namun, pemain bernomor punggung sembilan ini justru dijatuhkan oleh kiper Thailand, Chatchai Bootprom, yang keluar dari sarangnya.

Setelah Bootprom menjatuhkan Van Toan, kiper berusia 34 tahun itu langsung meraih bola dengan tangannya meski berada jauh di luar kotak penalti.

Meskipun demikian, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Chatchai Bootprom akibat aksinya tersebut.

3. Ha Duc Chinh Dinyatakan Offside 

Momen janggal lainnya yang menjadi kontroversi pada pertandingan leg pertama babak semifinal Piala AFF 2020 antara Vietnam kontra Thailand juga terjadi di babak kedua.

Saat Nguyen Quang Hai mengirimkan umpan terobosan ciamik kepada Ha Duc Chinh di dalam kotak penalti, asisten wasit langsung mengangkat bendera sebagai tanda offside.

Namun demikian, dari tayangan ulang, sebetulnya Ha Duc Chinh dalam posisi yang onside saat Nguyen Quang Hai melepaskan operan.

4. Nguyen Quang Hai Dilanggar di Kotak Penalti.

Saat pertandingan memasuki menit ke-90+2’, Nguyen Quang Hai sempat berupaya melakukan penetrasi ke area kotak penalti Thailand.

Namun, saat hendak mengejar bola, pemain bernomor punggung 19 ini justru dihalangi Tristan Do hingga akhirnya terjatuh di area kotak penalti.

Namun, wasit tidak melihat aksi ini sebagai sebuah pelanggaran dan menyatakan bahwa pertandingan tetap dilanjutkan.

Dari tayangan ulang, Nguyen Quang Hai memang terjatuh karena kontak fisik yang dilakukan oleh Tristan Do. 

5. Handball Weerathep Pomphan di Kotak Penalti

Tak lama setelah momen terjatuhnya Nguyen Quang Hai di area kotak penalti, sebetulnya ada satu momen pelanggaran lagi yang dilakukan oleh pemain timnas Thailand.

Weerathep Pomphan yang sempat melakukan sapuan justru menendang bola ke tangannya sendiri yang berada dalam posisi aktif.

Insiden ini terjadi di dalam area kotak penalti. Wasit pun juga berada tak jauh dari lokasi kejadian handball tersebut.

Namun, wasit akhirnya tetap bergeming dan tidak mengambil keputusan untuk insiden handball di area kotak penalti tersebut.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini