Boladunia

Selain Sergio Aguero, Ini 10 Pemain Top yang Gantung Sepatu Terlalu Dini

Aguero jadi pesepak bola terkini yang pensiun di usia yang belum terlalu tua.

Rauhanda Riyantama

Momen Sergio Aguero memutuskan pensiun dari sepak bola profesional. (PAU BARRENA / AFP)
Momen Sergio Aguero memutuskan pensiun dari sepak bola profesional. (PAU BARRENA / AFP)

Bolatimes.com - Sergio Aguero menjadi pemain top dunia paling anyar yang memutuskan gantung sepatu terlalu dini dari dunia sepak bola.

Namun, selain Sergio Aguero, ternyata masih ada banyak sekali deretan pesepak bola top dunia yang harus pensiun terlalu dini karena berbagai alasan.

Beberapa di antaranya memilih pensiun karena mengalami cedera berkepanjangan. Bahkan, ada pula yang memilih mengakhiri kariernya karena kehilangan hasrat bermain sepak bola.

Berikut Bolatimes.com menyajikan 10 pesepak bola top yang memutuskan pensiun terlalu dini.

1. Sergio Aguero

Sergio Aguero resmi berseragam Barcelona. (Instagram/kunaguero)
Sergio Aguero resmi berseragam Barcelona. (Instagram/kunaguero)

Sergiu Aguero menjadi pemain top dunia terbaru yang memutuskan untuk gantung sepatu, alias mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola.

Pemain asal Argentina ini memutuskan hal itu di usia 33 tahun, tepat lima bulan pascabergabung dengan Barcelona.

Langkah ini harus diambil Aguero karena kelainan jantung yang dideritanya. Itu memaksanya pensiun dari dunia sepak bola saat berada di usia keemasan.

2. Michel Platini

Michel Platini (@skysport/Galih)
Michel Platini (@skysport/Galih)

Michel Platini memang akhir-akhir ini dikenal sebagai Presiden UEFA yang tersandung kasus korupsi. Namun, saat masih aktif bermain, sebetulnya prestasinya terhitung mentereng.

Sebab, dia sukses meraih sejumlah gelar penting seperti Liga Champions, Serie A, Coppa Italia, Ligue 1, dan Euro 1984 bersama timnas Italia.

Bahkan, dia juga sukses meraih tiga gelar Ballon d’Or secara beruntun pada edisi 1983, 1984, dan 1985.

Namun, Platini justru memilih menyudahi kariernya sebagai pemain pada usia 32 tahun, yakni ketika berakhirnya musim 1987/1988 bersama klub terakhirnya, Juventus.

3. Zinedine Zidane

Pemain legenda Real Madrid, Zinedine Zidane saat bertanding (instagram/zinedinezidane10)
Pemain legenda Real Madrid, Zinedine Zidane saat bertanding (instagram/zinedinezidane10)

Setelah meraih sejumlah trofi bergengsi di level klub maupun bersama timnas Prancis, Zinedine Zidane justru enggan melanjutkan kariernya sebagai pemain.

Sebab, mantan pelatih Real Madrid ini memutuskan gantung sepatu saat usianya masih 34 tahun. Padahal, saat itu masih banyak yang menilai bahwa Zidane masih layak tampil di level tertinggi.

Momen terakhir yang diingat dari Zidane menjelang masa-masa pensiunnya ialah aksi kontroversialnya ketika menanduk dada Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006.

4. Marco van Basten

Sebagai peraih tiga gelar Ballon d’Or, yakni pada edisi 1988, 1989, dan 1992, Marco van Basten ternyata tak memiliki karier yang panjang.

Sebab, dia harus mengakhiri kariernya saat masih berusia 31 tahun. Keputusan ini diambil karena cedera ankle-nya yang tak kunjung membaik.

5. Brian Laudrup

Pemain yang sukses mengantarkan timnas Denmark menjuarai Euro 1992, Brian Laudrup, juga punya karier gemilang di level klub.

Sejumlah gelar juara sukses dipersembahkannya, termasuk Liga Champions dan Serie A musim 1993/1994 untuk AC Milan.

Sayangnya, kariernya di dunia sepak bola tak berlangsung lama. Cedera panjang membuat Laudrup gantung sepatu pada usia 31 tahun.

6. George Best

George Best/net
George Best/net

George Best menjadi salah satu penyerang andalan Manchester United yang membentuk trio legendaris bersama Denis Law dan Bobby Charlton.

Ketiga pemain itu sukses mengantarkan skuad Setan Merah menjadi juara Liga Champions 1968. Namun, karier George Best yang terkenal glamor justru berakhir pada usia 28 tahun.

Setelah sempat kembali bermain dan meniti ulang kariernya setahun setelahnya, ternyata Best gagal mengulangi kegemilangannya.

7. Hidetoshi Nakata

Hidetoshi Nakata menjadi salah satu pesepak bola asal Asia yang kariernya cukup cemerlang saat berkompetisi di Eropa.

Peraih gelar juara Serie A musim 2000/2001 bersama AS Roma ini sebetulnya tak memiliki riwayat cedera yang cukup parah.

Namun, pada tahun 2006, dia mengumumkan akhir dari kariernya di usia 29 tahun. Catatan itu tentu cukup mengejutkan karena kariernya tengah menanjak.

8. Pierluigi Casiraghi

Barangkali, nama Pierluigi Casiraghi tak terlalu akrab di telinga penggemar sepak bola saat ini, meski sebenarnya dia memiliki prestasi yang mentereng.

Striker asal italia ini juga pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Juventus, Lazio, hingga Chelsea.

Sayangnya, cedera lutut memaksa Casiraghi gantung sepatu pada usia 31 tahun. Klub terakhir yang kala itu disinggahinya ialah Chelsea.

9. Patrick Kluivert

Pelatih Kamerun, Clarence Seedorf (kanan) dan asistennya Patrick Kluivert saat mendampingi skuatnya menghadapi Nigeria di Piala Afrika 2019. (Giuseppe CACACE / AFP)
Pelatih Kamerun, Clarence Seedorf (kanan) dan asistennya Patrick Kluivert saat mendampingi skuatnya menghadapi Nigeria di Piala Afrika 2019. (Giuseppe CACACE / AFP)

Seusai mencetak gol kemenangan di final Liga Champions ke gawang AC Milan, Patrick Kluivert menjadi bintang bag Ajax yang diperebutkan banyak tim.

Dia pernah singgah di sejumlah klub besar seperti Barcelona, AC Milan, Newcastle, Valencia, hingga PSV.

Namun, perjalanan karier Kluivert perlahan-lahan justru meredup. Dia akhirnya memutuskan pensiun di usia 31 tahun ketika bermain di Prancis bersama Lille.

10. Eric Cantona

Pemain legendaris MU Eric Cantona [AFP]
Pemain legendaris MU Eric Cantona [AFP]

Sebagai salah satu pemain fenomenal yang pernah memperkuat Manchester United, Eric Cantona justru tercatat sebagai pesepak bola yang umurnya pendek.

Sebab, dia memutuskan gantung sepatu saat usianya baru menginjak 30 tahun. Kabarnya, keputusan ini diambil King Eric lantaran ia kehilangan hasratnya bermain sepak bola.

Selama lima tahun memperkuat Manchester United, Cantona telah menyumbangkan empat gelar Liga Inggris.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini