Boladunia

8 Pemain Top yang Kariernya Bisa Lebih Baik Jika Tak Sering Cedera

Gara-gara sering cedera, bintang sepak bola ini kariernya meredup justru di usia emas.

Rauhanda Riyantama

mario gotze/instagram
mario gotze/instagram

Bolatimes.com - Cedera jadi hantu yang paling menakutkan buat pesepak bola. Akibatnya, penampilan apik yang semula mereka pertontonkan bisa membuat performa cedera.

Sejumlah pemain-pemain top Eropa sudah merasakan kondisi ini. Semula, mereka bisa saja akan menjadi pemain yang punya karier cemerlang, tapi karier mereka justru tak menanjak ke level tertinggi.

Bolatimes sudah merangkum 8 pemain top Eropa yang kariernya bisa saja lebih baik jika tak sering cedera. Berikut ulasan singkatnya.

1. Daniel Sturridge

Mantan striker Liverpool, Daniel Sturridge. (PAUL ELLIS / AFP)
Mantan striker Liverpool, Daniel Sturridge. (PAUL ELLIS / AFP)

Selama lima musim menjadi pemain Liverpool, Daniel Sturidge hanya mentas 160 laga. Dari sederet pertandingan itu, ia mencetak 68 gol di seluruh lintas kompetisi.

Merujuk transfermarkt, Sturidge sudah melewatkan 99 pertandingan sepanjang ia bermukim di Anfield. Dan jika saja tak sering cedera, ia mungkin akan mencetak lebih dari 100 gol dan jadi salah satu pemain potensial di Liverpool.

2. Marco Reus

Pemain Borussia Dortmund Marco Reus (AFP)
Pemain Borussia Dortmund Marco Reus (AFP)

Marco Reus kerap bermasalah dengan kebugaran fisiknya. Alhasil, pemain Borussia Dortmund ini kerap diterpa cedera.

Salah satu yang menyakitkan ialah dia harus absen di Piala Dunia 2014. Padahal, sepanjang babak kualifikasi, Reus tampil apik.

3. Jack Wilshere

Jack Wilshere berseragam Arsenal/Instagram
Jack Wilshere berseragam Arsenal/Instagram

Wilshere merupakan pemain potensial yang dimiliki Arsenal dan Inggris. Pada usia 19 tahun, ia bahkan sudah membantu Arsenal di tim utama.

Salah satunya saat Arsenal jumpa Barcelona di Liga Champions. Kendati belum berhasil membantu The Gunners, Wishere mendapatak sorotan positif.

Sayang, ia kerap bolak balik ruang perawatan. Alhasil, kariernya mandek dan sekarang berstatus tanpa klub.

4. Roberto Baggio

Roberto Baggio sudah mengalami cedera lutut sejak berusia 18 tahun. Rasa sakit itu terus dibawanya hingga pensiun dari dunia sepak bola.

Kendati demikian, pencapaian Baggio sebagai pesepak bola nyaris paripurna. Ia sukses merengkuh gelar pemain terbaik dunia pada 1993 dan membawa Italia ke final Piala Dunia 1994.

5. Marco van Basten

Van Baseten merupakan salah satu pemain sepak bola dengan talenta luar biasa. Namanya sudah memenangi 3 penghargaan terbaik dunia.

Pencapaian itu juga selarasa dengan aksinya di lapangan. Pada 1988, ia membawa Belanda ke final Piala Eropa dan menyabet gelar sepatu emas.

Sayang, karier sepak bola Van Basten terhenti di usia 31 tahun karena cedera. Dua tahun sebelum gantung sepatu, bahkan ia sudah bolak balik, ruang perawatan.

6. Ronaldo Nazario

Ronaldo Nazario (tengah) saat penyerahan simbolik dalam konferensi pers Real Valladolid (Cesar Manso/AFP)
Ronaldo Nazario (tengah) saat penyerahan simbolik dalam konferensi pers Real Valladolid (Cesar Manso/AFP)

Tak dimungkiri skill olah bola Ronaldo Nazario adalah salah satu yang terbaik di dunia. Bermain di 4 edisi Piala Dunia adalah salah satu dari sekian banyak pencapaian yang sudah ditorehkannya.

Sayang, pada musim 1999, cedera lutut sempat didapatkannya. Setelahnya, semua tak lagi sama, karena ia kerap bolak balim cedera kambuhan hingga pensiun.

7. Mario Gotze

Mario Gotze (kiri) saat membawa Timnas Jerman juara Piala Dunia 2014. (Sumber: Instagram/@mariogotze).
Mario Gotze (kiri) saat membawa Timnas Jerman juara Piala Dunia 2014. (Sumber: Instagram/@mariogotze).

Gotze adalah salah satu talenta terbaik di sepak bola Jerman. Di usia belia ia sudah memenangi dua gelar Bundesliga bersama Borussia Dortmund pada 2011 dan 2012.

Gotze sempat disandingkan dengan Lionel Messi. Kariernya yang mengilap membuat Bayern Muenchen kepincut mendatangkannya. 

Tapi, karier Gotze di Munich justru mandek. Penyakit kelelahan yang kerap dideritanya membuat ia gagal ke performa terbaiknya sehingga dilepas kembali ke klub lamanya.

Kembali saat ke Dortmund, Gotze gagal mempertontonkan aksi mengilapnya. Terkini, ia terlempar ke Liga Belanda berseragam PSV Eindhoven.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini