Boladunia

Tak Terima Diganti hingga Tendang Botol, Pemain Malaysia Disemprot Pelatih

Guilherme de Paula tak terima diganti saat laga Malaysia vs Kamboja di Piala AFF 2020.

Rauhanda Riyantama

Guileherme de Paula lakukan aksi memalukan di laga Malaysia melawan Kamboja dalam Piala AFF 2020. (Instagram/g.depaula13)
Guileherme de Paula lakukan aksi memalukan di laga Malaysia melawan Kamboja dalam Piala AFF 2020. (Instagram/g.depaula13)

Bolatimes.com - Kejadian menarik terjadi di laga perdana Malaysia di ajang Piala AFF 2020 melawan Kamboja. Dalam laga itu, salah satu pemain Harimau Malaya, Guilherme de Paula menendang botol karena kesal diganti.

Pada laga grup B Piala AFF 2020 yang berlangsung di Stadion Bishan, Singapura (06/12/21) itu, Malaysia berhasil meraih kemenangan atas Kamboja.

Malaysia mampu meraih kemenangan telak 3-1 dari Kamboja lewat gol Safawi Rasid di menit ke-23 dan disusul oleh Akhyar Rasyid di menit ke-61 serta Kogileswaran Raj di menit ke-79.

Adapun tiga gol Malaysia itu hanya mampu dibalas satu gol oleh Kamboja lewat eksekusi penalti Sath Rosib di akhir waktu normal pertandingan.

Dalam laga tersebut, terdapat pemandangan menarik yang terjadi di lapangan kala pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menarik Guilherme de Paula di menit ke-65 untuk digantikan Luqman Hakim.

Pergantian pemain ini nyatanya tak disambut positif oleh pemain naturalisasi Malaysia tersebut sehingga Guilherme de Paula menendang botol ke arah Bench pemain Harimau Malaya.

Kejadian itu terlihat sekilas saja. Namun, beberapa penikmat pertandingan nampak mengetahui perbuatan dari pemain berusia 35 tahun itu.

Sontak hal ini menimbulkan perbincangan, terutama di kalangan netizen. Banyak yang menyayangkan aksi Guilherme de Paula.

Apalagi statusnya sebagai pemain senior sekaligus pemain naturalisasi. Alhasil, hujatan dari netizen pun mengalir kepada pria kelahiran Brasil tersebut.

Respons Pelatih

Selain hujatan dari netizen, Guilherme de Paula juga harus merasakan amarah dari pelatih Malaysia sendiri yakni Tan Cheng Hoe.

Pelatih berusia 53 tahun ini nampak emosi mengetahui sikap pemainnya tersebut yang ia anggap sebagai bentuk protes atas taktik yang ia mainkan di laga melawan Kamboja.

Namun, pasca pertandingan emosi Tan Cheng Hoe nampak mereda. Ia pun mengatakan bahwa Guilherme hanya frustrasi tak bisa berkontribusi banyak dan diganti dengan cepat.

“Kami akan menangani masalah ini. Saya pikir karena dia telah melakukan yang terbaik dalam latihan dan itu membuatnya frustrasi karena tak mampu mencetak gol,”  ujar Tan Cheng Hoe dikutip dari ESPN.

“Saya rasa dia (Guilherme) cukup dewasa untuk menangani situasi ini. Saya harap dia bisa termotivasi dan menjadi contoh baik bagi tim,” lanjutnya.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini