Boladunia

Diteror Akan Dimutilasi, Eks Manchester United Lapor ke FIFA

Andrei Kanchelskis diancam kelompok bertopeng.

Husna Rahmayunita

Eks Manchester United dan Glaslow Rangers, Andrei Kanchelskis. (Instagram/@Chris Bacon)
Eks Manchester United dan Glaslow Rangers, Andrei Kanchelskis. (Instagram/@Chris Bacon)

Bolatimes.com - Kejadian tak menyenangkan dialami mantan pemain Manchester United, Andrei Kanchelskis setelah diancam orang tak dikenal untuk dimutilasi diambil kakinya.

Masalah di pekerjaan sebelumnya yang belum selesai membuat Andrei Kanchelskis dikejar-kejar orang tak dikenal hingga mendapat teror ancaman.

Hal ini berkaitan dengan klub Liga Super Uzbekistan, Navbahor Namangan, tim yang sebelumnya diasuh dan ditangani oleh Andrei Kanchelskis.

Andrei Kanchelskis meninggalkan klub tersebut pada Oktober 2020 setelah upah yang menjadi haknya belum dibayarkan oleh manajemen Navbahor Namangan.

Sementara itu FIFA menetapkan keputusan atas kasus ini pada Agustus lalu di mana Navbahor Namangan diwajibkan untuk membayar 1,8 juta dolar AS lengkap dengan bunga.

Namun kejadian tak terduga justru dialami Kanckelskis saat berada di sebuah kafe di Moskow, Rusia, beberapa waktu yang lalu.

Disadur dari Sport24, sebanyak tiga orang bertopeng tiba-tiba mendekati Kanchelskis dan menanyainya terkait pekerjaan di Uzbekistan.

Ketiga pria tak dikenal itu kemudian membuat tawaran yang mengharuskan Kanchelskis membayar uang sejumlah 80 ribu dolar AS untuk menyelesaikan masalahnya.

Namun, mantan pemain Manchester United itu segera menolak tawaran tersebut meskipun pada akhirnya ia terancam kakinya akan dipatahkan karena keputusannya itu.

Atas kejadian ini Kanchelskis mengaku sudah membuat laporan ke kepolisian setempat, dan juga mengajukan laporan ke FIFA serta UEFA.

"Masalah ini sekarang harus ditanggapi serius dan akan saya teruskan ke FIFA serta UEFA," ucap Kanchelskis dikutip dari RT.

"Saya pikir akan ada lebih banyak informasi segera. Saya ingin orang-orang ini ditemukan dan bertindak melawan mereka sesuai dengan hukum.

"Ini pertama kali bagi saya mengalami hal ini. Saya tidak tahu mengapa saya menerima ancaman.

"Kami melakukan semuanya secara legal, namun sepertinya kami hidup di dunia yang beradab di mana hal-hal tidak diselesaikan seperti itu." imbuhnya.

Kanchelskis bergabung dengan Navbahor Namangan pada 2018, namun di bulan Juni tahun berikutnya ia memutuskan mengundurkan diri.

Meskipun pada Agustus tahun yang sama ia kembali dan mendapat kontrak selama tiga tahun, setelah empat bulan tak menerima bayaran ia kembali mengundurkan diri.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini