Boladunia

Eks Ajax Quincy Promes Terancam 3,5 Tahun Penjara karena Tikam Sepupu

Quincy Promes tersandung kasus hukum akibat mencoba membunuh sepupunya tahun lalu.

Rauhanda Riyantama

Penyerang Ajax Amsterdam, Quincy Promes pada pertandingan melawan Chelsea di ajang Liga Champions. (GLYN KIRK / AFP)
Penyerang Ajax Amsterdam, Quincy Promes pada pertandingan melawan Chelsea di ajang Liga Champions. (GLYN KIRK / AFP)

Bolatimes.com - Mantan pemain Ajax AmsterdamQuincy Promes, resmi jadi tersangka terkait kasus percobaan pembunuhan terhadap sepupunya yang terjadi tahun lalu. Pemain yang kini berseragam Spartak Moscow itu terancam penjara selama 3,5 tahun.

Melansir dari BBC Sport, Promes dituduh melukai lutut sepupunya dalam serangan di sebuah pesta keluarga pada Juli 2020. Akibat kejadian itu, gelandang berusia 29 tahun itu sempat ditangkap dan ditahan selama dua malam.

Promes membantah tudingan tersebut, tetapi pada Kamis (18/11/2021), jaksa telah memutuskan untuk mengajukan tuduhan percobaan pembunuhan dan penyerangan kepadanya.

Promes, yang bermain untuk Ajax antara 2019 dan 2021, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan media Belanda. Jaksa mengatakan insiden itu terjadi di sebuah pesta keluarga di Abcoude, sebuah kota di luar Amsterdam.

Radio nasional Belanda, NOS mengatakan Promes menikam seorang kerabat tepat di bawah tempurung lutut di depan beberapa saksi setelah pertengkaran meningkat menjadi perkelahian.

Surat kabar AD mengutip kerabat yang mengatakan Promes tiba-tiba mendatanginya untuk alasan yang masih jadi misteri. Kerabat itu menderita cedera lutut serius dan mengajukan pengaduan ke polisi November lalu.

NOS mengatakan penikaman dapat dihukum dengan hukuman penjara 2 tahun hingga 42 bulan alias 3,5 tahun.

Tanggal sidang pengadilan belum ditentukan dan Promes tidak banyak bicara tentang insiden itu hingga saat ini, tetapi membantah keterlibatan apa pun melalui pengacaranya.

Pada Februari tahun ini, Promes dijual ke Spartak Moscow yang bermain di Liga Utama Rusia oleh Ajax. Ketika ditanya tentang insiden itu dalam sebuah wawancara saat dia bergabung dengan klub, dia enggan banyak berkomentar.

"Saya menyerahkannya kepada pengacara saya dan mencoba untuk fokus pada sepak bola. Saya selalu melakukan itu," kata Promes.

Promes kembali ke Spartak Moscow setelah tugas pertama yang sukses di klub antara 2014 dan 2018. Selama periode itu, pada 2017, ia dinobatkan sebagai pemain sepak bola terbaik Rusia.

Sementara itu, Promes telah mencetak tujuh gol dalam 50 penampilan untuk Timnas Belanda sejak debutnya pada tahun 2014. Dia terakhir tampil untuk Belanda dalam kekalahan 2-0 melawan Republik Ceko dalam pertandingan Euro 2020 pada Juni.

Pada bulan Oktober tahun ini, pelatih Louis van Gaal mengatakan tidak akan memilih Quincy Promes sampai kasus pidananya tuntas. "Saya tidak berpikir saya memilih pemain yang terlibat dalam masalah seperti itu," tegasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini