Boladunia

Dituduh Pria, Kiper Timnas Wanita Iran Singgung Intimidasi

Kiper Timnas Wanita Iran membalas tudingan Yordania.

Husna Rahmayunita

Zohreh Koudaei, kiper Timnas Wanita Iran yang diduga pria. (Facebook/Soliman Nabeul)
Zohreh Koudaei, kiper Timnas Wanita Iran yang diduga pria. (Facebook/Soliman Nabeul)

Bolatimes.com - Kiper Timnas Wanita Iran, Zohreh Koudaei buka suara seusai dituduh sebagai laki-laki. Tuduhan itu dilayangkan usai pertandingan Iran vs Yordania di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022.

Presiden Federasi Sepak Bola Yordania (JFA), Ali bin Al-Husein melalui cuitannya meminta agar dilakukan pemeriksaan verifikasi gender terhadap Zohreh Koudaei, kiper wanita Iran yang diduga menyamar.

Tudingan Husein tersebut dilayangkan selepas pertandingan Iran vs Yordania. Pada laga tersebut, Zohreh Koudaei melakukan penyelamatan apik saat adu penalti hingga membawa timnya menang dengan skor 4-2.

Hussein mengklaim dugaan penyusupan ini sebagai masalah yang sangat serius dan jika benar, ia meminta AFC untuk mengusut kasusnya hingga tuntas.

Cuitan Ali bin Al-Husein yang diunggah pada Minggu (15/11/2021) seketia mengundang kehebohan penggemar sepak bola. Sosok Zohreh Koudaei disorot.

Tak terima dengan tudingan yang dilayangkan, Zohreh Koudaei menegaskan kalau dirinya seorang wanita dan siap mengambil langkah umum.

Kiper Timnas wanita Iran dituduh pria. (Facebook/Soleman Nabeul)
Kiper Timnas wanita Iran dituduh pria. (Facebook/Soleman Nabeul)

"Saya seorang wanita. (Tudingan) ini adalah intimidasi dari Yordania. Saya akan mengajukan gugatan," ungkapnya kepada media Turki Hurriyet, seperti disadur dari The Sun, (18/11/2021).

"Saya akan menuntut JFA. Ini adalah intimidasi yang mereka lakukan," sambungnya.

Sementara itu, pelatih Timnas Wanita Iran, Maryam Irandoost pun membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap pemainnya.

Irandoost pun menegaskan siap membantu AFC untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai tudingan penyusupan kiper laki-laki di timnya.

"Kami akan memberikan dokumentasi apa pun yang diinginkan Konfederasi Sepak Bola Asia tanpa membuang waktu," tegasnya.

Menurut Irandoost, tuduhan ini hanya alasan Yordania yang tidak menerima kekalahan dari Iran sehingga gagal lolos ke Piala Asia Wanita 2022.

"Ketika mereka kalah, wajar untuk mencari bantuan dengan alasan palsu untuk melarikan diri dari tanggung jawab atas kegagalan ini," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini