Boladunia

Optimis Juara Piala AFF 2020, Pelatih Thailand Tak Gentar Lawan Indonesia

Pelatih Thailand optimis bisa juara Piala AFF.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto

Pelatih baru Thailand, ALexandre Polking optimis juara Piala AFF 2020. (Facebook/FA Thailand)
Pelatih baru Thailand, ALexandre Polking optimis juara Piala AFF 2020. (Facebook/FA Thailand)

Bolatimes.com - Thailand berada di bawah asuhan pelatih baru pada ajang Piala AFF 2020, yakni Alexandre Polking. Dia optimis bisa meraih trofi juara di turnamen paling bergengsi Asia Tenggara ini.

Federasi Sepak Bola Thailand telah memecat Akira Nishino usai hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Posisinya kemudian digantikan oleh Alexandre Polking.

Pelatih berusia 45 tahun menegaskan bahwa dirinya sangat optimis untuk memberikan prestasi bagi tim berjuluk War Elephants ini. Polking menegaskan ingin membawa pulang trofi Piala AFF.

Demi menjuarai Piala AFF 2020, Thailand harus berjuang lebih dulu di grup A untuk mengalahkan Myanmar, Filipina, Singapura, dan Timor Leste.

Jika lolos di fase grup, maka mereka akan bertemu dengan negara yang berada di grup B. Diketahui ada tiga negara kuat yang bakal menjadi calon lawan Thailand, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Kendati demikian, Polking merasa tak gentar. Dia tak peduli siapa lawan yang bakal dihadapi timnya dan punya optimis tinggi mengalahkan musuh.

Gelandang Timnas Thailand, Tae Jaroensak Wonggorn. (Instagram/@taejaroensak_11)
Gelandang Timnas Thailand, Tae Jaroensak Wonggorn. (Instagram/@taejaroensak_11)

"Kami tentu ingin berada di final. Masalahnya bukan siapa lawanya. Apakah Vietnam, Malaysia, atau Indonesia," ucap Polking dikutip dari Zing News pada Sabtu (13/11/2021).

"Tujuan kami adalah mencapai final dan berjuang keras untuk membawa trofi kembali ke Thailand," tegasnya.

Demi ambisinya meraih juara. Thailand sendiri akan diperkuat para pemain bintangnya. Mereka dikabarkan sukses membujuk tiga pemainnya yang berkarier di luar negeri.

Ketiga pemain tersebut adalah Chanatip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, dan Sasalah Haiprakhon.

Berita Terkait

Berita Terkini