Boladunia

Profil Aminata Diallo, Pemain PSG Diciduk Polisi usai Aniaya Rekan Setim

Aminata Diallo tersandung masalah hukum usai aniaya rekan setimnya.

Rauhanda Riyantama

Pemain wanita PSG, Aminata Diallo (kiri). (JAVIER SORIANO / AFP)
Pemain wanita PSG, Aminata Diallo (kiri). (JAVIER SORIANO / AFP)

Bolatimes.com - Pemain wanita PSG, Aminata Diallo, tersandung masalah hukum. Pemain asal Prancis ini diduga terlibat dalam penganiayaan rekan satu timnya Kheira Hamraoui.

Dalam keterangan yang didapatkan kepolisian, Diallo bekerja sama dengan dua pria untuk mencederai Kheira Hamraoui. Penyebabnya, Diallo ingin satu tempat di tim utama di daftar sebelas awal PSG Wanita jadi miliknya.

Alhasil, dengan cara yang licik itu, Diallo diduga melakukan penganiayaan terhadap Kheira Hamraoui. Untuk nama yang disebutkan belakang, kini tengah mendapatkan perawatan.

Profi Amnita Diallo

Diallo lahir di Grenoble, Prancis, pada 3 April 1995. Karier sepak bolanya dimulai pada 2006 saat bergabung dengan AJA Villeneuve Grenoble selama tiga tahun.

Setelahnya atau 2009, dia pindah ke Lyon. Di sana, Diallo hanya menghabiskan pendidikan sepak bola selama satu tahun dan kemudian dikontrak oleh Claix pada 2011.

Selama 2 musim, Diallo yang berposisi sebagai gelandang bertahan, ikut andil dalam 42 pertandingan dan mencetak 12 gol. Berkat penampilannya, dia kemudian dilirik Arras.

Semusi di Arras, Diallo mencatatkan 19 penampilan dengan mencetak 1 gol. Setelahnya, dia dipinang Guingamp selama 2 musim.

Di Guingamp, Diallo tak bermain reguler. Tercatat, dia melakoni 39 pertandingan tanpa mencetak gol.

Tapi, PSG kemudian melayangkan ketertarikan kepadanya. Pada 2016 hingga saat ini, dirinya bermain untuk Les Parisiens Woman.

Selama 4 musim bermain di PSG, Diallo juga jarang bermain. Sebab, catatan bermainnya hanya 64 kali dengan 2 kali mencetak gol.

Di musim 2020, dia dua kali dipinjamkan ke klub berbeda. Pertama ke Utah Royals dan Atletico Madrid dengan total 4 penampilan dengan 1 gol.

Pada musim ini, Diallo kembali ke PSG. Hanya, untuk mendapatkan posisi reguler, dia kudu bersaing dengan Kheira Hamraoui. Nah, motif ingin mendapatkan tempat utama diduga dengan menyerang Kheira Hamraoui.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini