Boladunia

Video Aksi Brutal Suporter Gremio Rusak Stadion karena Tak Terima Kalah

Amarah suporter meluap usai gol Gremio dianulir VAR hingga mengalami kekalahan 1-3 atas Palmeiras dalam lanjutan Liga Brasil.

Rauhanda Riyantama

Potret suporter Gremio rusak stadion usai kalah dari Palmeiras dengan skor 1-3. (Twitter/@Awaydays23)
Potret suporter Gremio rusak stadion usai kalah dari Palmeiras dengan skor 1-3. (Twitter/@Awaydays23)

Bolatimes.com - Jagat sepak bola dibuat geger dengan aksi brutal suporter Gremio yang merusak Stadion Arena do Gremio. Insiden ini terjadi usai timnya dikalahkan Palmeiras dalam lanjutan Liga Brasil, Senin (1/11/21).

Dalam laga tersebut, Gremio harus tumbang di kandang dari Palmeiras dengan skor 1-3, di mana tim tamu berhasil melakukan comeback usai tuan rumah mencetak gol di menit ke-12 melalui Diego Souza.

Palmeiras lantas membalas gol Diego Souza itu lewat Raphael Veiga di menit ke-45+1 dan menit 45+5 lalu pertandingan ditutup lewat gol Breno Lopes di menit 90+4.

Kekalahan  yang diterima Gremio membuat para suporternya geram. Pasca pertandingan, pendukung tuan rumah langsung menyerbu lapangan.

Tak cukup sampai di situ, sebagian pendukung Gremio juga menambah suasana mencekam di dalam stadion pada laga tersebut dengan berbuat onar di tribun penonton.

Para pendukung Gremio nampak melakukan aksi brutal seperti  adu jotos dengan pihak keamanan dan merusak peralatan Video Assistant Referee (VAR).

Kemarahan suporter Gremio tersebut ditengarai karena keputusan wasit yang menganulir gol penyama kedudukan saat tuan rumah tertinggal 1-2 dari Palmeiras.

Selain itu, aksi ini disebu sebagai bentuk kefrustrasian suporter Gremio karena timya berada di ambang ancaman degradasi.

Kekalahan dari Palmeiras membuat Gremio kian terbenam di zona merah dan duduk di tempat ke-19 hingga pekan ke-29, di atas Chapecoense yang berstatus tim juru kunci.

Loyalitas Tidak Sama dengan Beringas

Setiap klub Brasil punya basis suporter fanatik. Alhasil, banyak kejadian memalukan yang identik dengan tingkah suporter klub negeri Samba.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, pemerintah setempat bahkan harus memberlakukan hukuman berat yakni menjebloskan suporter ke penjara jika melakukan tindakan brutal.

Hal ini berkaca pada sejarah sepak bola Brasil yang identik dengan loyalitas terhadap timnya dan rivalitas ke suporter tim lainnya.

Sebagai contoh ada pendukung Vasco da Gama. Setahun sebelum gelaran Piala Dunia 2014, terjadi perkelahian antara pendukung Vasco da Gama dengan Atletico Paranaense.

Saking ricuhnya pertikaian itu, proses evakuasi korban di perkelahian tersebut bahkan harus menggunakan helikopter.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini