Boladunia

5 Pemain Termahal di ASEAN, dari Thailand Mendominasi

Ada 4 pemain Thailand yang memiliki nilai pasar tertinggi di ASEAN.

Rauhanda Riyantama

Pemain Timnas Thailand, Teerasil Dangda mencetak gol penalti ke gawang Timnas Indonesia pada final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok (17/12/2016) (AFP)
Pemain Timnas Thailand, Teerasil Dangda mencetak gol penalti ke gawang Timnas Indonesia pada final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok (17/12/2016) (AFP)

Bolatimes.com - Setiap pemain sepak bola memiliki nilai pasar atau market value. Nilai pasar ini ditentukan oleh kualitas pemain sendiri selama bermain.

Jika melihat sepak bola di era saat ini, nilai pasar untuk pemain berlabel bintang yang bermain di Eropa bisa mencapai angka ratusan miliar atau bahkan triliunan rupiah.

Tak hanya kualitas, usia serta nama besar sang pemain menjadi indikator-indikator penting yang membuat nilai pasar seorang pesepak bola bisa meroket.

Untuk kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, nilai pasar pemain belum mencapai angka ratusan miliar atau triliunan rupiah layaknya pemain Eropa.

Terlepas dari kualitas yang ditentukan di atas lapangan dan pengalaman, kesenjangan nilai pasar antara para pemain Eropa dan Asia Tenggara juga ditentukan dari efek yang akan diberikan pemain untuk klubnya di luar lapangan.

Untuk 2021 ini, kira-kira siapa pemain ASEAN atau Asia Tenggara yang punya nilai pasar tertinggi di 2021 ini? Berikut daftarnya.

5. Thitipan Puangchan (Thailand)

Thitipan Puangchan merupakan salah satu penggawa andalan timnas Thailand. Di usianya yang baru 27 tahun, ia telah memiliki CV mentereng.

Diketahui, Thitipan pernah berkarier di Liga Jepang atau J-League bersama Oita Trinita. Sebagai catatan, J-League merupakan kompetisi paling elit di Asia.

Dengan pengalaman tersebut, Thitipan yang akan membela Bangkok United ini punya nilai pasar cukup tinggi untuk pemain ASEAN, yakni 10,43 miliar rupiah.

4. Teerasil Dangda (Thailand)

Pecinta sepak bola ASEAN tentu tak asing dengan nama Teerasil Dangda. Pemain yang telah berusia 33 tahun ini memiliki pengalaman segudang di dunia sepak bola.

Selain membela tim-tim Thailand, Teerasil pernah berpetualang ke Eropa dan bergabung Manchester City, UD Almeria, serta GC Zurich.

Karena pengalamannya tersebut dan penampilannya baik di level klub serta tim nasional, Teerasil memiliki nilai pasar tinggi di usianya yang telah menginjak kepala tiga, yakni Rp10,43 miliar.

3. Theerathon Bunmathan (Thailand)

Masih dari Thailand, di peringkat ketiga ada nama Theerathon Bunmathan yang kini tercatat membela klub J-League Yokohama F Marinos.

Pemain berusia 31 tahun yang berposisi sebagai bek kiri ini memiliki permainan agresif serta memiliki akurasi operan silang yang sangat baik.

Dikutip dari Transfermarkt, di usia yang telah kepala tiga Theerathon masih memiliki nilai pasar tinggi yakni sekitar Rp15,64 miliar. Tentu nilai ini sebanding dengan kualitas serta pengalamannya yang juga pernah membela peserta J-League lainnya, Vissel Kobe.

2. Chanathip Songkrasin (Thailand)

Thailand banyak melahirkan pemain berbakat. Teranyar, di tim Gajah Putih saat ini memiliki pemain sensasional dalam diri Chanatip Songkrasin.

Pemain yang baru berusia 27 tahun ini memang memiliki bakat di atas rata-rata. Talenta apiknya bahkan membuatnya dengan mudah mendapat atensi klub-klub J-League.

Tercatat, saat ini Chanatip membela Hokkaido Consadole Sapporo sejak 2017. Karena hal tersebut, nilai pasarnya melonjak drastis dan kini berada di angka Rp27,81 miliar.

1. Neil Etheridge (Filipina)

Neil Etheridge tercatat sebagai pemain termahal ASEAN saat ini dengan nilai pasar menyentuh Rp34,76 miliar. Nilai pasar sebesar ini sendiri karena kariernya yang ia habiskan bersama klub-klub Liga Inggris.

Etheridge yang memiliki kewarganegaraan ganda, tercatat pernah membela tim muda Chelsea dan pernah tergabung di tim Inggris lainnya seperti Fulham, Charlton Athletic, dan Cardiff City.

Etheridge bahkan pernah menjadi kiper utama Cardiff City di pentas Liga Inggris sebelum akhirnya degradasi dan dilepas ke Birmingham City.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini