Boladunia

6 Pemain yang Pindah ke Klub Besar Usai Tampil Gemilang di Euro

Pemain-pemain ini mencuri perhatian klub-klub top Eropa usai bersinar di Euro

Irwan Febri Rialdi

Gianluigi Donnarumma resmi gabung PSG. (Instagram/@psg)
Gianluigi Donnarumma resmi gabung PSG. (Instagram/@psg)

Bolatimes.com - Gelaran Euro 2020 sudah selesai dengan melahirkan Italia sebagai jawaranya. Berbagai kejadian unik dan menarik mewarnai jalannya turnamen selam kurang lebih satu bulan.

Kompetisi antar negara Benua Biru itu pun menghadirkan beberapa pemain yang memberikan penampilan menonjol. Tidak sedikit di antara mereka akhirnya menarik perhatian klub-klub top Eropa.

Bukan hal yang asing memang jika turnamen besar macam Euro menjadi ajang pencarian pemain-pemain potensial untuk direkrut. Berikut ini, deretan pemain yang pindah ke klub besar usai bersinar di Euro.

1. Gianluigi Donnarumma

Kiper Timnas Italia Gianluigi Donnarumma (kanan) menerima penghargaan pemain terbaik di turnamen Euro 2020 usai Italia meraih juara setelah mengalahkan Inggris saat final di Wembley Stadium, London, 11 Juli 2021. JOHN SIBLEY / POOL / AFP
Kiper Timnas Italia Gianluigi Donnarumma (kanan) menerima penghargaan pemain terbaik di turnamen Euro 2020 usai Italia meraih juara setelah mengalahkan Inggris saat final di Wembley Stadium, London, 11 Juli 2021. JOHN SIBLEY / POOL / AFP

Berstatus sebagai free agent usai tak memperpanjang kontraknya bersama AC Milan, Donnarumma langsung direkrut oleh Paris Saint-Germain usai ia membawa Italia jadi kampiun Euro 2020.

Donnarumma tampil memukau sepanjang turnamen dengan mencatatkan 3 clean sheet dan cuma keboblan 4 gol. Donnarumma pun terpilih sebagai Pemain Terbaik Euro 2020.

2. Pavel Nedved

Pavel Nedved (Dok. Dailymail.co.uk/Galih)
Pavel Nedved (Dok. Dailymail.co.uk/Galih)

Berstatus sebagai pemain Sparta Praha sebelum gelaran Euro 1996, Nedved memberikan penampilan memukau dengan membawa Republik Ceko melaju ke final. Namun, Ceko harus takluk dari Jerman di partai final.

Nedved menarik perhatian klub-klub besar usai turnamen. Lazio yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan Serie A memboyong Nedved dengan biaya 4,65 juta euro.

3. Patrik Berger

Patrik Berger saat berseragam Liverpool. Patrik Berger. (Peter Parks/AFP)
Patrik Berger saat berseragam Liverpool. Patrik Berger. (Peter Parks/AFP)

Sama seperti Nedved, kompatriotnya di Ceko, Patrik Berger, juga tampil gemilang di Euro 1996. Berger mencetak gol di babak final, meski akhirnya Ceko kudu kalah dari Jerman.

Performa Berger dilirik oleh Liverpool yang memboyongnya dari Borussia Dortmund dengan biaya 3,25 juta euro. Di Liverpool, Berger bertahan selama 7 musim dengan meraih 4 trofi.

4. Luka Modric

Gelandang Real Madrid, Luka Modric. (Twitter/@realmadrid).
Gelandang Real Madrid, Luka Modric. (Twitter/@realmadrid).

Euro 2008 menjadi pembuka jalan untuk Modric menuju sehingga bisa dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Modric tampil cimaik bersama Kroasia sepanjang turnamen hingga mampu mengantarkan negaranya ke perempat final.

Performa Modric bikin Tottenham Hotspur rela membayar 16,5 juta poundsterling pada 2007. Modric lalu pindah ke Real Madrid pada 2012 dan meraih banyak kesuksesan di sana.

5. David Trezeguet

david trezeguet/instagram
david trezeguet/instagram

Berstatus sebagai penyerang pelapis untuk Prancis di Euro 2000, Terzeguet tetap mampu menampilkan performa menjanjikan. Trezeguet tercatat hanya tampil tiga kali di turnamen tersebut. Dua di antaranya bahkan hanya berstatus sebagai pengganti.

Kesempatan minim itu dimanfaat dengan baik oleh Trezeguet yang mencetak gol penentu kemenangan Prancis di laga final melawan Italia. Trezeguet lalu dibeli Juventus dari AS Monaco dengan nilai transfer lebih dari 20 juta euro.

6. Andrey Arshavin

Andrey Arshavin saat membela Timnas Rusia. (Natalia Kolesnikova/AFP)
Andrey Arshavin saat membela Timnas Rusia. (Natalia Kolesnikova/AFP)

Euro 2008 menjadi pintu bagi Arshavin untuk dikenal oleh klub-klub besar Eropa. Meski melewatkan dua laga awal karena suspensi, Arshavin berperan penting membawa Rusia melaju hingga semifinal, meski akhirnya kalah dari Spanyol yang di edisi itu keluar sebagai juara.

Arshavin sempat dilirik beberpa klub top Sepetti Barcelona dan Tottenham. Namun, Arshavin akhirnya pindah ke Arsenal pada Januari 2009. 

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini