Boladunia

Achraf Hakimi, Pemain Berusia 22 Tahun dengan CV Mentereng

Baru 22 tahun, Hakimi sudah mencicipi gabung empat klub top Eropa.

Rauhanda Riyantama

Achraf Hakimi gabung Paris Saint-Germain. (Instagram/achrafhakimi)
Achraf Hakimi gabung Paris Saint-Germain. (Instagram/achrafhakimi)

Bolatimes.com - Achraf Hakimi resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain di musim panas 2021 ini. Kepindahannya ke klub ibu kota Prancis tersebut membuat CV yang ia miliki kian mentereng.

Achraf Hakimi menjadi rekrutan kedua Paris Saint-Germain di musim panas 2021 ini. Pemuda berusia 22 tahun tersebut ditebus dengan mahar 60 juta euro atau setara 1 triliun rupiah.

Pemain berkebangsaan Maroko tersebut menjadi salah satu korban Inter Milan yang saat ini tengah terlilit krisis finansial.

Inter diketahui harus menjual pemain bintangnya untuk menstabilkan keuangan. Tak sampai di situ, Nerazzurri bahkan harus memangkas gaji pemain.

Keadaan ini lah yang membuat Achraf Hakimi harus rela berpisah dengan Inter Milan, klub yang baru ia bela semusim lamanya pasca diboyong dari Real Madrid.

Kepergiannya dari Inter pun ternyata membuat Hakimi sedih. Apalagi, ia baru saja mengantarkan La Beneamata meraih Scudetto pertamanya sejak 11 tahun silam.

“Saya ingin berterima kasih kepada anggota staf, para fans, rekan-rekan setim atas kasih sayang yang  diberikan, profesionalisme dan respek. Saya juga berterima kasih kepada keluarga saya atas dukungan tanpa syarat mereka,'' kata Hakimi.

“Inter selalu berada di hati saya. Pelukan hangat untuk semua orang dan Forza Inter," imbuhnya.

Meski menjadi korban dari krisis finansial Inter Milan, kepindahan Achraf Hakimi ke PSG secara tak langsung membuat CV yang ia miliki di usia muda kian mentereng.

Karier Menakjubkan Achraf Hakimi

Kepindahan Achraf Hakimi ke PSG memperpanjang daftar klub besar yang pernah dibelanya selama empat tahun berkarier di sepak bola profesional.

Hakimi sendiri memulai karier dari akademi Real Madrid dan Real Madrid Castilla. Ia baru masuk tim utama pada musim 2017/18 dengan menjadi pemain pelapis.

Kendati menjadi pelapis, Hakimi tetap mendapat kesempatan tampil sebanyak 17 kali bersama El Real dengan mencetak dua gol.

Sayangnya, penampilan apik sebagai pelapis tak membuatnya mendapat jaminan di tim utama sehingga dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada awal musim 2018/19.

Total dua musim ia habiskan bersama Dortmund dengan status pinjaman sebelum Real Madrid memutuskan untuk melegonya secara permanen ke Inter Milan dengan mahar 40 juta euro.

Kebersamaan dengan Inter pun tak berlangsung lama. Hanya semusim saja, Hakimi lantas dilego ke PSG dengan mahar sekitar 60 juta euro.

Fakta menarik dari kepindahan Hakimi adalah klub-klub besar yang ia bela sejak awal kariernya. Real Madrid, Dortmund, Inter Milan dan PSG merupakan klub elite Eropa yang dikenal khalayak luas.

Hebatnya lagi, ia mampu berpindah-pindah klub besar tersebut di usianya yang baru 22 tahun. Pada umumnya, pemain dengan usia tersebut masih ada yang dipinjamkan atau bermain di klub-klub gurem sebelum dipinang klub besar.

Selain CV-nya mentereng karena membela klub-klub besar di usia yang baru 22 tahun,  karier Hakimi mentereng juga karena rentetan gelar yang diraihnya.

Bayangkan saja, di usia 22 tahun, Hakimi telah meraih gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar Klub, Piala Super Spanyol (Real Madrid), Scudetto (Inter Milan), dan Piala Super Jerman (Dortmund).

Diyakini, di PSG nanti yang bergelimang akan para pemain bintang, CV Hakimi akan kian bertambah cantik dengan gelar domestik dan, syukur-sukur, gelar Eropa bersama Les Parisiens.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini