Boladunia

Profil Bruno Fernandes: Layu di Italia, Bersinar di Inggris

Bruno Fernandes sempat berkarier di Liga Italia tetapi gagal bersinar. Kemudian, namanya kini naik bersama Manchester United di Liga Inggris. Simak profil Bruno Fernandes

Irwan Febri Rialdi

Selebrasi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes usai cetak gol ke gawang Watford. (PAUL ELLIS / AFP)
Selebrasi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes usai cetak gol ke gawang Watford. (PAUL ELLIS / AFP)

Bolatimes.com - Bruno Fernandes menjadi salah satu bintang yang bersinar di Liga Inggris 2020/21 usai dirinya menjadi pencetak gol sekaligus pencetak assist terbanyak Manchester United.

Nama Bruno Fernandes menjadi salah satu nama yang melejit di musim lalu. Meski tak membawa Manchester United menjuarai Liga Inggris, pemain asal Portugal ini mampu membawa The Red Devils finis sebagai Runner-up.

Pria berusia 26 tahun ini tampil moncer musim lalu dengan menyarangkan 18 gol dan 11 assist di Liga Inggris. Secara keseluruhan, di musim 2020/21 Fernandes menorehkan 28 gol dan 17 assist dari 58 laga.

Catatan gol dan assist tersebut merupakan catatan yang umumnya dimiliki penyerang. Namun, Fernandes berhasil meraih catatan itu dengan beroperasi sebagai gelandang serang.

Tak ayal, catatan Bruno Fernandes di musim 2020/21 membuatnya disandingkan dengan gelandang produktif legendaris, Frank Lampard. Hal ini tak lepas dari catatan yang ditorehkan keduanya dalam satu musim.

Sayangnya, penampilan Fernandes bersama Man United tak mampu diteruskannya di kancah Euro 2020. Ia gagal membawa Portugal melangkah jauh.

Fernandes bahkan hanya tampil 4 kali di man 2 di antaranya ia turun sebagai pemain pengganti. Buruknya lagi, tak ada gol atau assist yang ia berikan untuk negaranya di Euro 2020.

Melempemnya performa Fernandes pun dibarengi dengan kegagalan Portugal yang hanya mampu mencapai babak 16 besar sebelum dikalahkan Belgia.

Meski begitu, pamor Bruno Fernandes tetap tak meredup begitu saja. Sebab, pendukung Manchester United percaya, terlemparnya ia dari Euro 2020 akan membuatnya kian lapar di musim depan.

Hal ini sesuai dengan sejarah yang ia miliki di mana ia sempat layu sebelum menjadi megabintang seperti saat ini.

Layu di Italia

Bruno Fernandes ketika berseragam Sampdoria. (Giuseppe Cacace/AFP)
Bruno Fernandes ketika berseragam Sampdoria. (Giuseppe Cacace/AFP)

Bak para pesepak bola lainnya, Bruno Fernandes mengawali karirnya di Portugal bersama akademi Boavista sejak 2007 hingga 2012.

Merasa cukup dengan ilmu yang ia timba bersama Boavista, Fernandes keluar dari Portugal dan pergi ke Italia untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pesepak bola ternama.

Fernandes memulai karir sepak bolanya di level profesional yakni di Italia bersama Novara di Serie B pada 2012.

Penampilan apiknya yang hampir membawa Novara promosi pun menarik minat Udinese yang kemudian memboyongnya pada 2013.

 Di Udinese, petualangannya jauh dari kata apik. Bahkan tiga tahun berselang, Fernandes dipinjamkan ke Sampdoria dan resmi dipermanenkan Il Samp setahun kemudian pada 2017.

Namun kepindahannya ke Sampdoria itu hanya dilakukan untuk memberi profit kepada tim. Sebab, usai dipermanenkan, Il Samp menjualnya ke Sporting Lisbon.

Siapa sangka, pengalaman pahitnya di Italia mampu ia lupakan saat kembali pulang ke Portugal. Di Sporting Lisbon, Fernandes bermain selama 2,5 musim hingga Januari 2020.

Selama 2,5 musim membela Sporting Lisbon, Fernandes memainkan 137 penampilan dengan torehan 63 gol dan 52 assist.

Torehan itu membuat Manchester United datang meminangnya dengan mahar cukup besar yakni 55 juta euro belum termasuk bonus.

Meledak di Inggris

Aksi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes pada pertandingan melawan Watford. (PAUL ELLIS / AFP)
Aksi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes pada pertandingan melawan Watford. (PAUL ELLIS / AFP)

Datang dari liga yang dipandang remeh, Bruno Fernandes pun turut disepelekan oleh banyak orang saat tiba di Manchester United.

Namun, pandangan miring tersebut mampu ia bantah lewat penampilannya di atas lapangan. Dalam tempo enam bulan bermain di Liga Inggris, Fernandes mampu mencetak 12 gol dan delapan assist di segala ajang bersama Manchester United.

Bahkan berkat penampilannya di Liga Inggris dalam enam bulan pertamanya, Fernandes meraih dua penghargaan Player of the Month atau penghargaan pemain terbaik Liga Inggris setiap bulannya sebanyak dua kali yakni di bulan Februari dan Juni 2020.

Bahkan, penghargaan individu itu ia dapatkan lagi di awal musim 2020/21 yakni di bulan November dan Desember pada tahun 2020.

Hal tersebut membuat Fernandes menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Inggris yang mampu memenangi empat gelar Player of the Month sebanyak empat kali dalam satu kalender.

Kendati mampu meraih dua gelar Player of the Month di musim 2020/21, Bruno Fernandes tak mampu meraih gelar pemain terbaik Liga Inggris yang direbut oleh Ruben Dias dari Manchester City.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

Berita Terkait

Berita Terkini