Boladunia

Argentina dan Kolombia Mundur, Brasil Jadi Tuan Rumah Copa America 2021

Copa America 2021 mulai digelar pada 14 Juni mendatang.

Rauhanda Riyantama

Undian Copa America 2020 di Cartagena, Kolombia, Rabu (3/12/2019) waktu setempat. (JUAN BARRETO / AFP)
Undian Copa America 2020 di Cartagena, Kolombia, Rabu (3/12/2019) waktu setempat. (JUAN BARRETO / AFP)

Bolatimes.com - Argentina dan Kolombia resmi mundur jadi tuan rumah Copa America 2021. Sebagai gantinya, Brasil mengumumkan jadi menggelar turnamen tersebut.

Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengatakan Argentina dicopot sebagai tuan rumah menyusul kondisi negara itu yang saat ini sedang mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Senin (31/5/2021), CONMEBOL mengonfirmasi bahwa Brasil akan menjadi tuan rumah Copa America 2021 yang dimulai pada 14 Juni. Federasi tersebut belum mengumumkan daftar stadion yang akan digunakan untuk kompetisi tersebut.

"CONMEBOL berterima kasih kepada presiden @jairbolsonaro dan timnya, serta Konfederasi Sepak Bola Brasil karena telah membuka pintu negara itu ke acara olahraga teraman di dunia saat ini. Amerika Selatan akan bersinar di Brasil dengan semua bintangnya!" bunyi pernyataan Conmebol di Twitter yang dikutip BBC.

Argentina awalnya akan menjadi tuan rumah bersama dengan Kolombia, yang dicabut oleh CONMEBOL pada 21 Mei karena adanya protes anti-pemerintah yang melanda negara itu.

Penentangan terhadap turnamen tersebut telah berkembang di dalam maupun di luar pemerintahan Argentina, sementara striker Uruguay Luis Suarez mengatakan kepada wartawan pada pekan lalu bahwa "kesehatan manusia" harus menjadi prioritas.

Pada 23 Mei, Argentina melakukan lockdown selama sembilan hari setelah munculnya 35.000 kasus baru COVID-19 per hari dalam pekan itu.

Sementara di Brazil, protes atas penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro telah berlangsung pada Sabtu.

Brasil telah mencatat hampir 460.000 kasus kematian akibat virus corona, jumlah korban tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Brasil juga memiliki jumlah kasus corona tertinggi ketiga yang tercatat di lebih dari 16 juta.

Senat Brasil mengadakan penyelidikan tentang penanganan pandemi pemerintah Bolsonaro dan lambatnya peluncuran program vaksin. Brasil adalah juara bertahan, setelah memenangkan turnamen pada 2019. (Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini