Boladunia

Guangzhou Evergrande Lanjutkan Bangun Stadion Baru saat Wabah Virus Corona

Stadion baru Guangzhou Evergrande bahkan ditarget sudah jadi pada 2022.

Rauhanda Riyantama

Desain stadion baru Guangzhou Evergrande, mirip bunga teratai. (Instagram/guangzhouevergrande_fc)
Desain stadion baru Guangzhou Evergrande, mirip bunga teratai. (Instagram/guangzhouevergrande_fc)

Bolatimes.com - Wabah virus corona nampaknya tak bakal menghalangi niat klub China, Guangzhou Evergrande, untuk melanjutkan pembangunan stadion baru mereka. Stadion tersebut bahkan memiliki desain unik, yakni mirip bunga teratai.

Menurut laporan ESPN, stadion baru Guangzhou Evergrande ini akan memiliki kapasitas 100.000 tempat duduk dengan dilengkapi 168 box VIP dan 16 box VVIP. Melebihi jumlah kandang mereka sekarang di Tianhe Stadium yang hanya berkapasitas 58.500.

Untuk mewujudkan stadion ini pihak Guangzhou Evegrande harus mengucurkan dana mencapai 12 miliar yuan atau setara Rp 26,2 triliun. Pembangunannya pun sudah dimulai sejak Kamis (16/4/2020) dan direncakan rampung pada 2022 mendatang.

Stadion bernama Evergrande Stadium bakal nampak mencolok. Dari luar akan terlihat mewah dan megah dengan warna kuning keemasan yang melambangkan kejayaan.

Desain stadion baru Guangzhou Evegrande, mirip bunga teratai. (Instagram/guangzhouevergrande_fc)
Desain stadion baru Guangzhou Evegrande, mirip bunga teratai. (Instagram/guangzhouevergrande_fc)

Presiden Evergrande Real Estate, Xia Haijun, yang merupakan induk perusahaan klub tersebut menuturkan bahwa stadion ini khusus dibangun untuk membuktikan bahwa Guangzhou Evergrande adalah klub yang pantas dipandang dunia. Terlebih untuk membangun citra sepak bola China di masa depan.

''Evergrande Stadium akan jadi bangunan kelas dunia baru yang bisa dibandingkan dengan Sydney Opera dan Burj Khalifa. Ini jadi simbol baru sepak bola China di masa depan,'' ujar Xia Haijun.

Sementara itu, desainer yang menggarap stadion tersebut berasal dari Amerika Serikat. Sebelumnya pihak Guangzhou Evergrande sudah menyeleksi beberapa desainer dari Inggris Raya dan Australia.

Berita Terkait

Berita Terkini