Boladunia

Casillas Anggap Jika Ronaldo Raih Ballon d'Or Itu Tak Logis

Casillas anggap Messi dan Van Dijk punya jasa besar terhadap timnya masing-masing.

Galih Priatmojo

Iker Casillas saat berseragam Real Madrid. (Sumber: Suzanafm.com).
Iker Casillas saat berseragam Real Madrid. (Sumber: Suzanafm.com).

Bolatimes.com - Kandidat terkuat peraih Ballon d'Or 2019 kini mulai mengerucut pada tiga nama. Mereka yakni Cristiano Ronaldo, Lionel Messi serta Virgil Van Dijk.

Menariknya dari ketiga nama yang mencuat tersebut, eks kiper Real Madrid, Iker Casillas meragukan kepatutan Cristiano Ronaldo menjadi kandidat di penghargaan bergengsi tersebut.

Dalam kicauan di akun Twitternya, eks rekan setim Cristiano Ronaldo tersebut mengungkapkan bahwa penyerang Juventus tersebut kurang tepat jika disandingkan bersama Lionel Messi atau Virgil Van Dijk dalam perebutan trofi Ballon d'Or 2019.

Alasannya, Messi dan Van Dijk punya andil besar bersama timnya masing-masing. Seperti diketahui, Van Dijk berhasil mengantarkan Liverpool menjadi kampium Liga Champions. Berkat performa apiknya selama musim lalu, ia bahkan didapuk sebagai Pemain Terbaik Liga Primer Inggris.

Tak hanya itu, bek asal Belanda itu juga berhasil merebut gelar sebagai Pemain Terbaik UEFA 2019 bahkan mengalahkan Messi dan Ronaldo di ajang tersebut.

Sementara Messi musim lalu sukses mengantarkan Barcelona menjadi kampium La Liga. Ia juga berhasil meraih sepatu emas serta mendapatkan gelar Pemain Terbaik versi FIFA 2019.

"Van Dijk terpilih sebagai pemain terbaik UEFA, Messi dipilih oleh FIFA, jika Ronaldo memenangkan Ballon d'Or bagi saya tampaknya pedoman yang kami gunakan dalam sepak bola untuk menentukan siapa yang memenangkan penghargaan individu terbesarnya adalah tidak logis," kicaunya, Minggu (17/11/2019).

Kicauan eks kiper Real Madrid, Iker Casillas tentang kandidat Ballon d'Or. [@IkerCasillas / Twitter]
Kicauan eks kiper Real Madrid, Iker Casillas tentang kandidat Ballon d'Or. [@IkerCasillas / Twitter]

 

Kicauan kiper yang sempat membela Besiktas itu cukup masuk akal kiranya, mengingat kiprah Ronaldo bersama Juventus bisa dibilang urung total.

Catatannya mengantarkan Juventus meraih gelar Scudetto musim lalu dianggap masih urung cukup lantaran tanpa perannya pun Si Nyonya Tua juga sudah secara beruntun meraih gelar tersebut.

Sedangkan di musim ini, Ronaldo tampaknya masih harus bersabar untuk beradaptasi dengan juru taktik anyar Bianconerri yakni Maurizio Sarri. Sebab ia sudah dua kali tak diturunkan pada laga secara penuh, yakni kala Juventus menghadapi Lokomotiv Moscow di Liga Champions dan saat menghadapi AC Milan.

Terhitung saat ini Ronaldo baru mencatatkan enam gol dan dua assist dari total 14 laga yang sudah dilakoninya bersama Si Nyonya Tua.

Berita Terkait

Berita Terkini