Boladunia

Ini Alasan Matthijs de Ligt Terima Pinangan Juventus

De Ligt mengidolakan sederet bek legendaris asal Italia macam Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Nesta, hingga Fabio Cannavaro

Rauhanda Riyantama

Bek anyar Juventus, Matthijs de Ligt (tengah) menyapa para tifosi Juventus di J Medical, Turin, Italia, Kamis (18/7/2019). [Laman resmi Juventus]
Bek anyar Juventus, Matthijs de Ligt (tengah) menyapa para tifosi Juventus di J Medical, Turin, Italia, Kamis (18/7/2019). [Laman resmi Juventus]

Bolatimes.com - Juventus telah resmi mendapatkan bek muda penuh potensi, Matthijs de Ligt dari Ajax Amsterdam, Kamis (18/7/2019). Pemain 19 tahun itu diikat kontrak selama lima tahun alias hingga 2024 mendatang.

Seperti dilansir laman resmi Juventus, klub berjuluk Bianconeri tersebut harus mengucurkan dana tak kurang dari 75 juta euro (sekira Rp 1,17 triliun) untuk bisa mengamankan servis De Ligt, plus potensi bonus tambahan mencapai 10,5 juta euro.

Setelah melakoni tes medis di J Medical, Turin, De Ligt pun angkat bicara terkait keputusannya memilih Juventus sebagai destinasi.

Padahal, bek berusia 19 tahun itu diketahui juga diincar Barcelona, Paris Saint-Germain, serta Manchester United di bursa transfer musim panas 2019 ini.

Ternyata mengidolakan sederet defender legendaris asal Italia macam Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Nesta, hingga Fabio Cannavaro menjadi alasan De Ligt memilih Juventus.

"Bukan keputusan mudah meninggalkan Ajax Amsterdam.Saya bermain di tim usia muda selama 10 tahun dan tiga tahun di tim utama. Tapi, saya harus melangkah maju saat ini," buka De Ligt seperti dilansir ESPN

"Mengapa Juventus? Mudah saja, ini tim terbesar di Italia dan tim raksasa Di Eropa. Selain itu, saya selalu tertarik dengan seni bertahan sepakbola Italia. Banyak pemain yang saya idolakan berasal dari Italia; Maldini, Baresi, Nesta, Cannavaro, Scirea, dan banyak lagi," paparnya.

"Saya jatuh cinta dengan pertahanan klub Italia. Saya sangat sedih meninggalkan Ajax. Saya melewati pengalaman luar biasa dan momen buruk di sini, namun Juventus adalah chapter baru dalam hidup saya. Italia adalah destinasi wajib bagi seorang defender," celoteh De Ligt.

"Rasanya seperti naik rollercoaster, tapi selalu ada waktu dalam hidup ketika kita harus berpisah. Saya akan merindukan semua orang di Ajax, tapi siapa yang tahu hari depan," tukas pengoleksi 15 caps bersama Timnas Senior Belanda tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini