Boladunia

Ada Peran Harry Kane di Balik Kebangkitan Tottenham di Kandang Ajax

Kok bisa?

Rauhanda Riyantama | Irwan Febri Rialdi

Harry Kane mengerang kesakitan usai ditekel Victor Lindelof saat laga Tottenham kontra Manchester United, Minggu (13/1/2019). (IAN KINGTON / IKIMAGES / AFP)
Harry Kane mengerang kesakitan usai ditekel Victor Lindelof saat laga Tottenham kontra Manchester United, Minggu (13/1/2019). (IAN KINGTON / IKIMAGES / AFP)

Bolatimes.com - Harry Kane memang tidak main saat Tottenham Hotspur menyingkirkan Ajax di semifinal Liga Champions. Namun, siapa sangka, ia memiliki peran besar di balik kebangkitan Tottenham.

Tottenham berhasil melaju ke final Liga Champions 2018/2019 secara dramatis. Sempat menelan kekalahan kekalahan 0-1 atas Ajax pada leg pertama, Tottenham bangkit dan meraih kemenangan 3-2 pada leg kedua semifinal di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Lebih hebatnya lagi, kemenangan Tottenham diraih dengan cara yang heroik. Tottenham sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Namun, anak asuh Mauricio Pochettino mampu membalas tiga gol pada babak kedua lewat hattrick Lucas Moura. Tottenham pun lolos berkat agresivitas gol tandang.

Pada pertandingan itu, Tottenham tidak diperkuat oleh striker andalannya Hary Kane yang masih cedera engkel yang didapat di leg pertama perempatfinal melawan Manchester City. Meski demikian, ia ternyata turut andil di balik kebangkitan Spurs.

Menurut bek Tottenham, Kieran Trippier, Harry Kane masuk ke ruang ganti pada jeda babak pertama. Striker Timnas Inggris itu datang memberikan semangat untuk rekan-rekan setimnya. Apa yang dilakukan oleh Kane berhasil membuat gairah Spurs kembali dan meraih kemenangan.

"Harry istimewa untuk klub dan negara. Saya tidak tahu rentang waktu cederanya, tapi jelas kami semua berharap dia bisa kembali karena keberadaannya, bahkan di sini," ujar Kieran Trippier, dilansir Sky Sports.

"Pada pergantian babak, dia ke ruang ganti dan sangat marah kepada kami karena kami harusnya bisa lebih baik, kami tahu itu. Tapi inilah yang kami butuhkan, kepemimpinan yang dia miliki," lanjutnya.

"Cara dia datang saat pergantian babak dan tidak senang, kami semua tahu itu. Dia memberi kami dorongan ekstra karena keberadaannya sangat berarti bagi kami," tutup pemain Timnas Inggris itu.

Pada partai final Liga Champions nanti, Tottenham dipastikan bakal bersua tim sesama Inggris, Liverpool. Duel nanti akan menjadi yang kedua dalam sejarah, di mana sesama tim Inggris saling berhadapan di final Liga Champions. Sebelumnya, pada edisi 2007/2008 ada Chelsea versus Manchester United.

Berita Terkait

Berita Terkini