Boladunia

Napoli Dicukur Arsenal, Carlo Ancelotti Soroti Mentalitas Anak Asuhnya

Dua gol Arsenal lahir dari proses kesalahan pemain Napoli.

Dany Garjito | Irwan Febri Rialdi

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti. (Twitter/@sscnapoli).
Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti. (Twitter/@sscnapoli).

Bolatimes.com - Napoli harus memetik hasil minor ketika menyambangi markas Arsenal pada leg pertama babak perempatfinal Liga Eropa 2018/2019 di Emirates Stadium, Jumat (12/4/2019) dini hari WIB. Ya, Lorenzo Insigne dan kolega ditekuk dengan skor 2-0.

Dua gol Arsenal tercipta pada babak pertama. Gol pembuka dicetak oleh Aaron Ramsey pada menit ke-14 usai mendapat umpan terukur di kotak penalti. Kedua, Kalidou Koulibaly membuat kesalahan dalam menghalau bola yang akhirnya memberi gol gratisan untuk publik London Utara.

Il Partenopei sempat mencoba bangkit pada babak kedua dengan melakukan penguasaan bola hingga 58 persen dan delapan sepakn percobaan ke gawang Arsenal, tetapi tidak ada yang berbuah satu gol pun.

Atas kekalahan tersebut, pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, memberikan sorotan khusus pada mental anak asuhnya di awal pertandingan. Ia melihat ada kekhawatiran dari mereka sehingga membuat kesalahan-kesalahan sendiri.

"Kami tak memulai dengan baik. Babak pertama tidak berjalan bagus dan sulit untuk bangkit. Hasilnya sulit diubah tapi kami masih punya 90 menit lagi. Ada dua penampilan berbeda malam ini. Babak pertama memang sangat buruk. Kami akan mencoba bermain baik selama 90 menit di Napoli. Dua gol yang membobol kami tercipta dari dua kesalahan," kata Ancelotti kepada BT Sport, dilansir dari BBC.

"Kami sedikit khawatir di awal pertandingan. Untungnya kami punya kans untuk mengubahnya di kandang. Kami seharusnya bisa bikin satu gol malam ini, tapi skornya 2-0 dan kami harus memikirkan laga berikutnya," imbuhnya.

Kekalahan dua gol tanpa balas tentu menjadi tugas berat bagi Napoli untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Namun, Ancelotti percaya anak asuhnya bakal bisa membalikkan keadaan. Terlebih akan bermain di kandang dan didukung puluhan ribu suporter sendiri.

"Kami sangat percaya diri membalikkan keadaan dengan dukungan suporter kami di stadion sendiri," tegas mantan pelatih AC Milan itu.

Berita Terkait

Berita Terkini