Boladunia

Hadapi Barcelona, Solskjaer Cemaskan Kehadiran Lionel Messi

Menurut manajer Solskjaer, pemain asal Argentina itu memang sulit dihentikan, namun bukan berarti tak bisa dihentikan.

Rauhanda Riyantama

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer hadir di Camp Nou menyaksikan laga Barcelona kontra Atletico Madrid pada 6 April 2019. (Pau Barrena/AFP)
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer hadir di Camp Nou menyaksikan laga Barcelona kontra Atletico Madrid pada 6 April 2019. (Pau Barrena/AFP)

Bolatimes.com - Kecerdikan Ole Gunnar Solskjaer dalam meracik skuat Manchester United akan kembali diuji. Kali ini lawannya bukan sembarangan, ialah Barcelona yang akan menjadi batu sandungan pada leg pertama perempatfinal Liga Champions, Kamis (11/4/2019) dini hari WIB.

Menghadapi Barcelona, Setan Merah dipastikan akan malakoni laga yang super ketat. Apalagi, Barcelona memiliki pemain seperti Lionel Messi yang memiliki kemampuan mengacaukan formasi lawan baik dari lini tengah maupun depan.

Berkaca dari pertandingan Barcelona kontra Atletico Madrid di ajang La Liga akhir pekan lalu, Solskjaer pastinya harus memutar otak. Di laga itu, Atletico yang bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik tak berdaya menghadapi Lionel Messi.

Solskjaer sendiri tidak menampik ancaman yang mungkin ditebar Lionel Messi di lini belakang Manchester United. Menurut manajer asal Norwegia, pemain asal Argentina itu memang sulit dihentikan, namun bukan berarti tak bisa dihentikan.

Aksi Lionel Messi saat berhadapan dengan Atletico Madrid pada 6 April 2019 (Pau Barrena/AFP)
Aksi Lionel Messi saat berhadapan dengan Atletico Madrid pada 6 April 2019. (Pau Barrena/AFP)

 

"Lionel Messi adalah pemain fantastis, dia akan dikenang sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah ada," kata Solskjaer seperti dimuat laman resmi UEFA.

"Dia akan sulit dihentikan, tapi bukan berarti mustahil," katanya menambahkan.

"Kami tidak bisa hanya fokus pada dirinya. Bermain 11 lawan 11, pertanyaannya hanya satu. Rencana apa yang kami miliki untuk menghentikan salah satu pemain terbaik di dunia?" pungkas pelatih 46 tahun itu.

Berita Terkait

Berita Terkini