Boladunia

Tersingkir dari Liga Europa, AC Milan Salahkan Wasit

Jika tak ada penalti, AC Milan lolos ke babak 32 besar Liga Europa.

Stephanus Aranditio | Irwan Febri Rialdi

Pemain Olympiacos, Leonardo Koutris (kanan) berduel dengan Pemain AC Milan, Patrick Cutrone (kiri) dalam duel di Liga Europa pada 13 Desember 2018 (Aris Messinis/AFP)
Pemain Olympiacos, Leonardo Koutris (kanan) berduel dengan Pemain AC Milan, Patrick Cutrone (kiri) dalam duel di Liga Europa pada 13 Desember 2018 (Aris Messinis/AFP)

Bolatimes.com - Direktur Olahraga AC Milan, Leonardo, melihat wasit Benoit Bastien sebagai beong kerok di balik tersingkirnya pasukan Gennaro Gattuso dari Liga Europa musim 2018/2019. Wasit asal Prancis itu seharusnya tidak menghadiahi penalti pada detik-detik akhir pertandingan.

AC Milan telah dipastikan tersingkir dari Liga Europa musim ini setelah menelan kekalahan 1-3 dari Olympiakos, Stadion Giorgios Karaiskakis, Jumat (14/12/2018). Kendati sama-sama mengantongi 10 poin dan imbang dalam head to head, skuat Rossoneri harus terdepak karena kalah dalam selisih gol.

Seperti diketahui, AC Milan bisa lolos ke babak 32 besar jika menelan kekalahan 1-2 dari Olimpiakos. Pasalnya, mereka unggul head to head dari Olympiakos karena pada laga perdana di San Siro Rossoneri menang 3-1.

Namun, harapan itu pupus setelah Kostas Fortounis mencetak gol ketiga Olympiakos melalui titik putih pada menit ke-81. Wasit Benoit Bastien menganggap pemain Milan melakukan pelanggaran dalam situasi tendangan penjuru.

Keputusan itu pun mendapat sorotan dari Direktur Olahraga Milan, Leonardo. Ia pun terheran-heran mengapa VAR (Video Assistant Referee) yang telah digunakan di berbagai negara tetapi tidak digunakan Liga Europa.

''Kami tersingkir dari Liga Europa dan harus mengevaluasi segalanya. Saya hanya ingin melihat rekaman gol dan penalti sebelum mengatakan apa yang saya pikirkan,'' kata Leonardo seperti dilansir dari Sky Sport Italia.

''Sepertinya penalti tersebut tak seharusnya terjadi. Pada beberapa kesempatan, mereka memiliki strategi untuk meletakkan tangan saat sepak pojok seolah-olah menunggu orang lain dan mengambilnya. Di luar sepak pojok, kami mencoba sekali dan wasit meniup peluit untuk menghentikan kami,'' lanjutnya.

''Jika Anda tersingkir dari Liga Europa karena hal seperti itu di era VAR, menjadi sulit untuk menerima hasilnya. Sungguh konyol bahwa alat seperti VAR yang digunakan semua orang saat ini tidak dapat digunakan di kompetisi Eropa,'' tuturnya menutup.

Meski demikian, skuat AC Milan tampaknya diharamkan untuk terlalu bersedih. Hal ini karena mereka sudah ditunggu oleh Bologna pada pekan ke-16 Serie A di Stadion Renato Dall'Ara, Rabu (19/12/2018). Anak asuh Gennaro Gattuso wajib meraih kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Berita Terkait

Berita Terkini