Boladunia

Tak Kuat Disoraki Suporter, Sadio Mane Menangis di Lapangan

Tak kuat menahan sorakan dari para suporter, Sadio Mane menangis meski Senegal menang dari Guinea Khatulistiwa.

Stephanus Aranditio | Andiarsa Nata

Sadio Mane terlihat menangis usai pertandingan berakhir melawan  Guinea Khatulistiwa (@MailSport/Twitter)
Sadio Mane terlihat menangis usai pertandingan berakhir melawan Guinea Khatulistiwa (@MailSport/Twitter)

Bolatimes.com - Penyerang Liverpool, Sadio Mane bercucuran air mata usai membela negaranya dalam laga kualifikasi Piala Afrika 2019. Dikabarkan, pemain Timnas Senegal itu menangis karena disoraki oleh suporter negaranya sendiri.

Pada laga tersebut, Senegal berhasil menaklukkan Guinea Khatulistiwa pada laga kualifikasi Piala Afrika 2019, Sabtu (17/11/2018). Senegal menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol bunuh diri dari Luis Meseguer.

Walaupun Senegal berhasil memetik kemenangan dan lolos ke babak semifinal, tetapi salah satu pemain andalan mereka, Sadio Mane justru terlihat menangis usai pertandingan berakhir. Sadio Mane bahkan terlihat sampai tertunduk hingga menutup wajahnya karena kesedihan.

Melansir dari The Sun, adapun penyebab pemain berusia 26 tahun tersebut menangis adalah karena mendapat sorakan dari para suporter Senegal. Penyebabnya lantaran Mane gagal tampil impresif pada laga tersebut.

Bukan hanya itu saja, ia juga gagal menggandakan keunggulan Senegal di babak kedua. Kegagalan itu lah yang memicu kemarahan para suporter. Maka ketika pertandingan berakhir, Sadio Mane mendapat sorakan dari pendukung negaranya sendiri.

 

Masih laporan dari The Sun, kelakuan para suporter itu membuat saudara laki-laki Sadio Mane naik pitam. Melihat adiknya medapat perlakukan seperti itu, ia mengkritik tindakan para suporter Senegal itu karena tidak memberikan dukungan kepada Mane.

Ia juga membandingkan sikap para suporter Senegal dengan suporter Mesir yang selalu memberikan dukungan kepada Mohamed Salah.

''Sangat jarang melihat sebuah negara tidak suka bintang negaranya seperti yang Anda lakukan. Semua penduduk Mesir mendukung Salah meski dia tidak bermain dengan baik untuk negaranya,'' tulis saudara laki-laki Sadio Mane di Instagram.

''Ribuan pendukung Mesir akan mendukung Salah. Sementara pendukung Senegal tidak akan pernah mendukung Kalidou Koulibaly atau Sadio Mane yang mampu bersaing dengan salah untuk merebut Golden Ball,'' lanjutnya.

''Dia (Sadio Mane) akan terus berjuang untuk Anda, terus berkorban dan terus memberikan yang maksimal untuk Senegal dan mencintai dan menghormati bendera nasional. Suatu hari kamu akan sadar, tapi itu mungkin sudah terlambat,'' tutup tulisannya.

Sejak membela Liverpool pada tahun 2016, Sadio Mane selalu menjadi andalan lini depan The Reds di bawah arahan Jurgen Klopp. Mane juga menjadi trio penyerang paling mematikan bersama Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Di musim 2018/19, Sadio Mane sendiri telah mencatatakan enam gol dari 11 pertandingannya di Liga Primer.

Berita Terkait

Berita Terkini