Boladunia

Legenda MU Sebut Selebrasi Jose Mourinho Rendahan

Paul Scholes mengatakan aksi Jose Mourinho itu rendahan.

Galih Priatmojo | Andiarsa Nata

Pelatih Manchester United Jose Mourinho (AFP)
Pelatih Manchester United Jose Mourinho (AFP)

Bolatimes.com - Pelatih Manchester Untied, Jose Mourinho mendapat kritikan dari legenda Setan Merah, Paul Scholes terkait selebrasi yang dilakukan Mourinho saat memenangkan laga melawan Juventus. Scholes mengatakan aksi pelatih asal Portugal itu tidak berkelas alias rendahan.

Manchester United berhasil menaklukkan Juventus di Allianz Stadium pada matchday keempat Liga Champions, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB. Setan Merah unggul tipis 1-2 dari Bianconeri.

Usai kemenangan timnya telah dipastikan, Jose Mourinho pun terlihat sangat bersemangat merayakan kemenangan timnya dengan masuk ke dalam lapangan.

Mourinho juga melakukan selebrasi dengan gestur meletakkan tangannya di telinga terkesan melakukan provokasi kepada suporter Juventus.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho. (Marco Bertorello/AFP).
Manajer Manchester United, Jose Mourinho. (Marco Bertorello/AFP).

 

Aksinya ini akhirnya membuat Paul Scholes turut angkat bicara. Ia mengakui sifat Jose Mourinho memang begitu adanya. Tetapi, Scholes menilai aksi eks pelatih Inter Milan itu adalah tindakan yang tidak berkelas alias rendahan.

''Dia (Mourinho) selalu seperti ini kemana pun dia pergi,'' jelas Paul Scholes dikutip dari BT Sports.

''Dia seharusnya memenangkan pertandingan ini dengan cara yang berkelas. Dia seharusnya menjabat tangan manajer lawan dan memberikan tepuk tangan kepada fans mereka,'' sambung Scholes.

Paul Scholes sempat menyayangkan aksi Jose Mourinho itu. 

''Saya rasa dia tidak perlu melakukan selebrasi seperti itu, namun mau bagaimana lagi. Dia orangnya memang seperti itu,'' tutupnya.

Saat wawancara usai laga, Jose Mourinho mengungkapkan alasannya melakukan selebrasi tersebut. Mourinho mengakui emosi karena terus dihina selama 90 menit oleh suporter Juventus.

Namun, Mourinho juga menyadari bahwa aksinya itu salah dan seharusnya ia tidak melakukan hal tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini