Boladunia

Selain di Valencia, Ini 4 Tempat Saat Ronaldo Kepergok Menangis

Cristiano Ronaldo kepergok menangis usai diganjar kartu merah kala laga Juventus kontra Valencia semalam. Ternyata bukan sekali ini saja ia menangis, ini empat tempat kala Ronaldo menangis.

Galih Priatmojo

Reaksi penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo usai mendapatkan kartu merah saat melawan Valencia pada 19 September 2018 (Jose Jordan/AFP)
Reaksi penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo usai mendapatkan kartu merah saat melawan Valencia pada 19 September 2018 (Jose Jordan/AFP)

Bolatimes.com - Cristiano Ronaldo mengawali debutnya bersama Juventus di Liga Champions dengan catatan buruk. Meski Bianconeri mampu menekuk tuan rumah Valencia 0-2 di matchday 1 Grup H Liga Champions dini hari tadi tetapi di laga itu Ronaldo dikartu merah hingga kepergok menangis.

Ronaldo diganjar kartu merah secara langsung di menit 30 oleh wasit asal Jerman, Felix Brych, setelah dinilai melakukan tindakan tak terpuji kepada bek Valencia, Jeison Murillo, usai kedua pemain berduel di kotak penalti.

Dengan wajah penuh rasa kaget, Ronaldo pun akhirnya terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal. Sambil berjalan menuju lorong ruang ganti, peraih lima Ballon d'Or itu kepergok menangis.

Namun kejadian Ronaldo menangis bukan sekali ini saja lho. Pemain berjuluk CR7 itu ternyata sudah empat kali kepergok menangis.

Final Piala Eropa 2004 di Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal

Bermain bersama para pemain bintang Portugal, Cristiano Ronaldo yang kala itu masih berusia 19 tahun berhasil turut membawa Portugal menembus final Piala Eropa 2004.

Cristiano Ronaldo menangis (Dok. goal.com/galih)
Cristiano Ronaldo menangis (Dok. goal.com/galih)

Namun meski dihuni pemain selevel Rui Costa, Deco, Luis Figo dan Ricardo Carvalho dan bermain di kandang nyatanya Portugal gagal meraih kemenangan atas tim selevel Yunani. Yang paling menyedihkan, Portugal menyerah 0-1 setelah kecolongan gol dari Angelos Charisteas.

Para penggawa Portugal pun tak kuasa membendung kesedihan, termasuk Cristiano Ronaldo. Ronaldo pun kepergok menangis usai pertandingan.

Final Liga Champions 2008 di Stadion Luzhniki, Moskwa, Rusia

Final Liga Champions 2008 menghadirkan dua wakil Inggris, Manchester United kontra Chelsea.

Dalam laga final yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Rusia tersebut berlangsung sama kuat dengan skor imbang 1-1 lewat gol Cristiano Ronaldo dan Frank Lampard.

Cristiano Ronaldo menangis (Dok. express.co.uk/galih)
Cristiano Ronaldo menangis (Dok. express.co.uk/galih)

Meski telah melakoni babak tambahan skor imbang tak berubah hingga memaksa kedua tim menjalani adu penalti. Manchester United keluar sebagai kampium setelah kiper Edwin Van Der Sar berhasil menempis tendangan Anelka. Skuat Setan Merah memenangi laga dengan skor 6-5.

Yang menarik, walau Manchester United meraih kemenangan, Cristiano Ronaldo di laga itu kepergok menangis lho. Ronaldo menangis sebagai luapan emosi setelah sebelumnya gagal mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Chelsea. Jika saja Van Der Sar tak mampu menepis tendangan Anelka bisa jadi Ronaldo bakal dicap sebagai biang kekalahan Manchester United.

Penyerahan Ballon d'Or 2013 di Zurich Swiss

Ronaldo meraih gelar Ballon d'Or keduanya pada tahun 2013. Ia berhasil mengalahkan dua pesaing kuat yakni Lionel Messi dan Franck Ribery.

Cristiano Ronaldo menangis (Dok. thenational.ae/galih)
Cristiano Ronaldo menangis (Dok. thenational.ae/galih)

Ketika mendapatkan trofi Ballon d'Or Ronaldo tak kuasa menahan tangis karena terharu. Ia mengaku tak menyangka bisa mengalahkan Ribery yang sebelumnya mampu membawa timnya Bayern Munchen jadi kampium Liga Champions.

Piala Eropa 2016 di Stade de France, Prancis

Di momen ini Cristiano Ronaldo kepergok menangis sebanyak dua kali. Tangis pertama dilakukannya karena ia tak kuasa melanjutkan laga akibat cedera di final melawan Prancis.

Cristiano Ronaldo menangis (Dok. indianexpress.com/galih)
Cristiano Ronaldo menangis (Dok. indianexpress.com/galih)

Kemudian tangis kedua saat Portugal memastikan diri sebagai juara Piala Eropa 2016 dan jadi yang pertama bagi mereka. Pencapaian ini merupakan puncak dari segala kesuksesan, trofi, dan penghargaan yang pernah diterima pemain kelahiran Madeira ini.

Berita Terkait

Berita Terkini