Liga jerman 21 September 2026
SC Paderborn 07 3
Hoffenheim 1
Liga italia 21 September 2026
AC Milan 3
Lecce 0
Liga prancis 21 September 2026
Marseille 1
PSG 2
Liga spanyol 21 September 2026
Valencia 2
Real Sociedad 3
Liga italia 20 September 2026
Venezia 0
Lazio 2
Liga prancis 20 September 2026
Le Mans 2
Lorient 1
Liga prancis 20 September 2026
Toulouse 3
LE Havre 2
Liga prancis 20 September 2026
Lyon 4
Rennes 0
Liga prancis 20 September 2026
Angers 2
Troyes 0
Liga spanyol 20 September 2026
Sevilla 1
Barcelona 3
Liga indonesia 20 September 2026
Dewa United 2
PSS Sleman 1
Liga indonesia 20 September 2026
Borneo FC 1
Bali United 0
Liga italia 20 September 2026
Fiorentina 1
Napoli 1
Liga indonesia 20 September 2026
Persijap 1
Persib Bandung 2
Liga spanyol 20 September 2026
Getafe 1
Malaga 0
Liga inggris 20 September 2026
Bournemouth 0
Liverpool 1
Liga inggris 20 September 2026
Leeds United 0
Crystal Palace 0
Liga inggris 20 September 2026
Man City 5
Sunderland 3
Liga italia 20 September 2026
Parma 2
Genoa 1
Liga italia 20 September 2026
Frosinone 2
Como 0
Liga prancis 20 September 2026
Auxerre 2
Brest 1
Liga jerman 20 September 2026
Bayer Leverkusen 2
RB Leipzig 0
Liga spanyol 20 September 2026
Atletico Madrid 2
Real Madrid 1
Liga prancis 20 September 2026
Nice 2
Lille 1
Liga inggris 20 September 2026
Fulham 1
Man United 1
Liga jerman 20 September 2026
FC Schalke 04 0
SV Elversberg 0
Liga italia 20 September 2026
Juventus 2
Atalanta 0
Liga spanyol 20 September 2026
Deportivo La Coruna 1
Real Betis 1
Liga spanyol 20 September 2026
Villarreal 3
Levante 1

Kericuhan Laga Fenerbache Vs Besiktas di Semifinal Piala Turki

Derbi Istanbul antara Fenerbache versus Besiktas berakhir dengan kericuhan.

Jum'at, 20 April 2018 | 11:17 WIB
Kericuhan Laga Fenerbache Vs Besiktas di Semifinal Piala Turki

Kericuhan Laga Fenerbache Vs Besiktas di Semifinal Piala Turki

bolatimes.com - Pertandingan semifinal leg kedua Piala Turki antara Fenerbache kontra Besiktas di Stadion Istanbul, Kamis (19/4/2018) berakhir ricuh. Pelatih Besiktas, Senol Gunes, menerima luka di kepala setelah menerima lemparan benda dari tribun penonton. Akibatnya, lima jahitan pun tak bisa dihindarkan.

Kejadian bermula saat tiba-tiba Gunes terjatuh dan mencengkeram kepalanya dengan kesakitan pada menit ke-58 usai sebuah benda meluncur ke kepalanya.

Petugas membantunya berdiri, tetapi ketika ia dibawa ke lorong untuk perawatan, satu objek lain memukul pelatih 65 tahun itu lalu pingsan. Pria yang juga sempat menangani Timnas Turki selama empat tahun itu pun harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka di kepalanya.

Tak hanya itu, asisten pelatih Besiktas, Erdinc Gultekin juga terluka. Dikabarkan ia terlibat kekacauan saat berada di lorong pemain.

Akar kerusuhan

Pertandingan Besiktas kontra Fenerbache berakhir sama kuat pada leg pertama semifinal Piala Turki. Bermain di Stadion Vodafone, Istanbul, pertandingan berakhir imbang 2-2.

Besiktas dicetak oleh Alvaro Negredo dan Talisca, sementara gol Fenerbache dilesatkan oleh Soldado dan Sener Ozbayrakli.

Pada leg kedua, menang menjadi harga mati untuk bisa melaju partai final. Laga Fenerbache kontra Besiktas pun berlangsung panas sejak awal pertandingan. Pada babak pertama empat kartu kuning telah tercipta. Masing-masing satu untuk tuan rumah dan tiga untuk para pemain Besiktas.

Bahkan bek Besiktas, Pepe, harus terusir saat menit baru berjalan 30 menit. Mantan pemain Real Madrid itu melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Fenerbache, Josef Souza.

Bek Besiktas, Pepe (sumber: twitter/@brfootball).

Namun, aksi Pepe tidak begitu mengejutkan. Menurut Goal, lima dari enam pertemuan kedua tim kerap memunculkan baik kartu kuning juga merah.

Akibat kerusuhan tersebut, FA Turki akan memutuskan kembali laga ulangan leg kedua antara Fenerbache versus Besiktas, kemungkinan akan tanpa suporter.

Pemenang pada laga tersebut akan menghadapi Akhisarspor, yang mengejutkan telah menumbangkan Galatasaray 2-0 sekaligus menjadi tim pertama yang lolos ke final.

Sejarah Derbi Istanbul yang terkenal mengerikan

Ilustrasi derbi Istanbul (sumber: jomec.co.uk).

Besiktas sebagai kesebelasan tertua di Turki yang terlahir di 1903. Namun, di Istanbul juga ada dua kesebelasan lain yang tak kalah kuat yakni Galatasaray dan Fenerbache yang menciptakan sebuah Derbi Istanbul ketika ketiga klub tersebut bersua.

Ciri khas dari derbi itu yakni penjualan tiket yang selalu habis, dukungan keras sepanjang pertandingan, dan saling ejek koreografi antarpendukung kedua kesebelasan sebelum sepak mula.

Dentuman drum, bendera maupun poster raksasa, red flare (suar), smoke bomb (bom asap), digunakan untuk diciptakan kemegahan visual dan memberikan tekanan kepada psikologis lawan di lapangan.

Bahkan, menurut Fourfourtwo, Derbi Istanbul merupakan derbi terbesar nomor enam di dunia.

Kekerasan suporter Fenerbache ini bukan pertama kali, paling terakhir insiden mengerikannya suporter Fenerbache sempat tergambar pada Derbi Istanbul antara Galatasaray dan Fenerbahçe, Minggu, (22/10/2017) di kandang Galatasaray, Stadion Turk Telekom Arena, Istanbul, Turki.

Saat itu pendukung Fenerbache tengah kesal karena pemain sayap tim tuan rumah, Younes Belhanda diberi kartu kuning kedua karena melakukan diving.

Suporter yang marah tim kesayangannya harus bermain dengan 10 pemain, justru melampiaskan kekesalannya pada asisten wasit Tark Ongun.

Suporter Galatasaray mulai melempari Ongun dengan botol dan berbagai macam benda mengenai kepalanya. Namun, Ongun tetap bertahan di tepi lapangan untuk melaksanakan tugasnya.

Sayangnya keadaan justru makin parah. Semakin banyak benda dilemparkan ke arah Ongun seperti minuman, bendera, dan korek api hingga memaksa sang assisten wasit untuk meringkuk dan melindungi kepalanya.

Derbi Istanbul selalu mengisahkan cerita yang selalu menyita publik dunia. Gengsi antar suporter dan tim memang terasa wajar dari sebuah rivalitas klub dalam satu daerah, tetapi aturan FIFA tetap wajib ditegakkan karena sepak bola sejatinya merupakan sebatas ajang pertandingan di dalam lapangan.

Hal tersebut terpampang jelas dari prinsip FIFA 'For the Game. For the World' atau untuk permainan, untuk Dunia.

Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

×
Zoomed
TERKINI

MLSC 2026/2027 berekspansi ke tiga kota baru demi menjaring talenta muda pesepak bola putri Indonesia menuju ajang Piala...

boladunia | 15:11 WIB

Simak profil lengkap skuat Timor Leste yang akan menantang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tim ini diperkuat paduan ...

boladunia | 12:49 WIB

Kapan pertandingan Piala Super Eropa 2025 akan digelar?...

boladunia | 22:40 WIB

Bagi Rafael, kebiasaan ini terasa mengganggu....

boladunia | 22:16 WIB

Ronaldinho, yang bermain untuk Barcelona antara 2003 hingga 2008, memang fenomena....

boladunia | 21:14 WIB