Boladunia

Pep Guardiola Ukir Prestasi Baru di Pentas Eropa

Keberhasilan Pep Guardiola dalam mengantarkan Manchester City menjuarai Premier League musim 2017/2018 membuatnya tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses di Eropa.

Galih Priatmojo | Irwan Febri Rialdi

Pelatih Manchescer City, Pep Guardiola. (sumber: twitter/@Squawka).
Pelatih Manchescer City, Pep Guardiola. (sumber: twitter/@Squawka).

Bolatimes.com - Pep Guardiola sukses mengantarkan Manchester City untuk menjuarai Premier League musim 2017/2018. Kepastian tersebut didapat setelah The Citizens sukses mengalahkan Tottenham Hotspur, sementara Manchester United kalah dari West Bromwich Albion.

Atas hasil tersebut Manchester City kini mengoleksi 87 poin dari 33 laga. Dengan tersisa lima laga atau 15 poin maksimal, mustahil Manchester United mengejar selisih 16 poin tersebut.

Manchester City saat menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2013/2014.

Raihan itu terasa spesial bagi Pep Guardiola, selain menjadi pelatih asal Spanyol pertama yang memenangi Premier League, kini ia tercatat sebagai pelatih tersukses di Eropa.

Bagaimana tidak, trofi Premier League bersama Man City menjadikannya sebagai pelatih yang mampu menjadi juara di tiga liga top Eropa. Sebuah prestasi yang tak semua pelatih bisa lakukan.

Sebelumnya, Guardiola berhasil merebut trofi Bundesliga Jerman saat menjadi pelatih Bayern Munchen pada 2013 hingga 2016. Bahkan, ia merengkuh trofi tersebut pada setiap musimnya.

Pep Guardiola saat masih menjadi pelatih Bayern Munchen. (sumber; twitter/@squawka).

Mundur beberapa tahun ke belakang, pelatih berkepala plontos itu juga berhasil merajai La Liga Spanyol saat menjadi nakhoda Barcelona pada 2008-2012. Bersama skuat Blaugrana, ia memenangkan tiga trofi La Liga.

Catatan prestasi eks pemain Timnas Spanyol ini hanya mampu disamai oleh Jose Mourinho. Pria asal Portugal itu juga mampu memenangkan trofi pada tiga Liga top Eropa.

Mou sapaan akrabnya sempat mendapatkan trofi Premier League bersama Chelsea pada musim 2004/2005, 2005/2006, 2014/2015. Lalu, pelatih 55 tahun itu juga sempat merasakan trofi La Liga Spanyol pada 2011/2012 saat memegang Real Madrid.

Jose Maourinho saat menjadi pelatih Chelsea. (sumber: twitter/@squwka).

Tak hanya itu, Mourinho juga sudah membuktikan kemampuan di Serie A Italia. Bersama Inter Milan, Mou memenangkannya pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Namun, catatan kedua pelatih berkualitas tersebut masih belum mangalahkan kiprah Carlo Anceloti. Pelatih berkebangsaan Italia ini telah merasakan trofi empat kompetisi top Eropa.

Trofi pertamanya yakni saat menjadi pelatih AC Milan. Ia berhasil memenangkan trofi Serie A pada musim 2003/2004. Trofi selanjutnya yakni Premier League, ia memperolehnya saat masih melatih Chelsea pada 2009/2010.

Carlo Ancelotti saat menjadi arsitek Chelsea (sumber: twitter/@squwka).

Lalu, pelatih yang akrab disapa Don carlo ini melanjutkan petualangan bersama mengasuh klub Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Menjadi pelatih kepala selama tiga musim, ia telah mempersembahkan satu trofi untuk PSG pada musim 2012/2013. Suatu prestasi yang cukup fantastis, mengingat sumber daya pemain PSG yang dahulu bukan seperti yang saat ini.

Sedangkan piala keempat Ancoleti yakni jawara Bundesliga Jerman. Ia meraih prestasi tersebut saat mengasuh Bayern Munchen pada musim 2016/2017.

Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

Berita Terkait

Berita Terkini