Liga

Ronald Koeman Bongkar Hubungannya dengan Laporta usai Barca Gagal Menang

Koeman dan Laporta dikabarkan memanas.

Husna Rahmayunita

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman pada laga Liga Spanyol kontra Granada di Camp Nou, Selasa (21/8/2021) dini hari WIB. [AFP/LLUIS GENE / AFP]
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman pada laga Liga Spanyol kontra Granada di Camp Nou, Selasa (21/8/2021) dini hari WIB. [AFP/LLUIS GENE / AFP]

Bolatimes.com - Mencuat kabar hubungan Pelatih Barcelona Ronald Koeman dan Presiden Barca Joan Laporta kembali memanas belakangan ini.

Rumor tersebut muncul bersamaan dengan gelaran Liga Spanyol, di mana Barcelona tampil tak memuaskan. Barca belum menang, maksimal hanya menahan imbang rival.

Baru-baru ini, Laporta mengomentari sikap Koeman ketika menyampaikan pernyataan soal hasil negatif Barcelona kepada media. Dalam kesempatan itu, Koeman menolak sesi tanya jawab.

Laporta mengakui, dia baru mengetahui hal itu di menit-menit terakhir sebelum Koeman berbicara. Dia pun menghormati sikap Koeman.

Selepas Barcelona kembali gagal menang karena ditahan imbang Cadiz, Kamis (23/9/2021), Koeman buka suara soal hubungannya dengan Laporta.

Juru taktik asal Belanda itu mengatakan, kalau dia masih saling menyapa dengan Laporta. Bahkan bersedia, kalau mau diajak berbincang oleh klub.

"Presiden ada di hotel dan kami saling menyapa. Ada hari-hari di mana kami dapat berbicara, jika klub ingin berbicara," kata Koeman seperti disadur dari Marca, Jumat (25/9).

Terlepas dari semuanya, hasil imbang 0-0 Cadiz vs Barcelona membuat Koeman tak senang. Namun, ia mengaku tak bisa menyesali apa yang sudah terjadi.

Koeman menyebut kekalahan ini tak lepas dari peluang yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh skuad Blaugrana.

"Anda tidak bisa hanya melihat hasilnya, tetapi juga sikap dan eksekusinya. Saya tidak bisa mengeluh. Kami memiliki empat atau lima peluang yang tidak kami ambil, dan karena alasan itulah saya tidak senang," kata Koeman.

"Anda harus selalu berusaha memenangkan setiap pertandingan. Anda harus mencoba memenangkan gelar, tetapi juga harus realistis dan kami memiliki banyak hal yang hilang," tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini