Bolaindonesia

Rekam Jejak Iwan Budianto yang Enggan Dicalonkan di KLB PSSI, Apa Saja Prestasinya?

Iwan Budianto lama duduk manis di PSSI sebelum memutuskan untuk tidak mencalonkan lagi

Irwan Febri Rialdi

Iwan Budianto. (Dok. PSSI)
Iwan Budianto. (Dok. PSSI)

Bolatimes.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, akhirnya telah resmi menyampaikan surat keberatannya untuk dicalonkan sebagai salah satu kandidat Wakil Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) mendatang.

Sebelumnya, nama Iwan Budianto sempat muncul dalam daftar calon Wakil Ketua Umum yang diumumkan oleh Komite Pemilihan (KP) PSSI pada 16 Januari 2023.

Iwan Budianto pun akhirnya mengirimkan surat kepada KP PSSI yang berisi keberatannya soal pencalonan tersebut, sehingga meminta namanya dihapus dari daftar calon Wakil Ketua Umum PSSI.

"Sebagaimana yang telah saya sampaikan pada pernyataan saya sebelumnya, bahwa saya tidak bersedia diusulkan dan tidak akan mengajukan diri saya pada Pencalonan Komite Eksekutif PSSI Periode 2023-2027, baik sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum maupun Anggota Komite Eksekutif PSSI," bunyi surat resmi dari Iwan Budianto.

"Bersama dengan surat ini saya meminta kepada Komite Pemilihan PSSI untuk menghapus nama saya dari Daftar Bakal Calon Komite Eksekutif PSSI periode 2023-2027," pemilik mayoritas saham Arema FC ini melanjutkan.

Rekam Jejak Iwan Budianto, Apa Saja Prestasinya?
Iwan Budianto sebetulnya merupakan salah satu tokoh yang punya rekam jejak yang cukup panjang di dunia sepak bola Indonesia. 

Kiprahnya bermula dari Persik Kediri. Ketika itu, Wali Kota Kediri, HA Maschut, yang berstatus sebagai ayah mertuanya, meminta IB untuk menjadi manajer Persik. Pada saat yang sama, HA Maschut merupakan Ketua Umum Persik.

IB pun tak membutuhkan waktu lama untuk mencatatkan sepak terjang memukau sebagai manajer Persik. Sebab, skuad Macan Putih langsung dibawa juara Divisi I Liga Indonesia pada 2002.

Setahun berselang, IB juga berhasil membawa Persik Kediri menjuarai kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia 2003 dengan status sebagai tim promosi.

Setelah itu, berselang tiga tahun dari gelar itu, mereka sukses kembali meraih gelar juara Liga Indonesia, tepatnya pada musim 2006.

Dua tahun setelahnya, IB mendapatkan tantangan untuk menjadi manajer Persisam Samarinda. Saat itu, dia dipinang oleh Aidil Fitri. Akhirnya, Persisam yang sempat terpuruk di klasemen Divisi Utama bisa menjadi juara akhir musim 2009 dan promosi ke Indonesian Super League (ISL).

Setelah sempat menjabat sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia, IB kemudian berhasil mengantarkan Arema FC menjuarai Piala Presiden 2017.

IB sebetulnya sempat dipercaya untuk menjadi manajer Timnas Indonesia. Sayangnya, ia hanya bisa membawa skuad Garuda meraih gelar runner-up di Piala AFF 2016.

Kontributor: M Faiz Alfarizie

Berita Terkait

Berita Terkini