Bolaindonesia

'Rasanya Tak Elok dan Tak Etis' Tragedi Kanjuruhan Jadi Alasan Iwan Budianto Tak Mau Lagi Jadi Exco PSSI

Rasanya tidak elok dan tidak etis jika saya kembali duduk di Exco PSSI," kata IB.

Galih Prasetyo

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (tengah) berfoto bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kanan) dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi usai Kongres Biasa PSSI 2022 di Bandung, Senin (30/5/2022). (Michael Siahaan)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (tengah) berfoto bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kanan) dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi usai Kongres Biasa PSSI 2022 di Bandung, Senin (30/5/2022). (Michael Siahaan)

Bolatimes.com - Wakil ketua umum PSSI periode 2019-2023, Iwan Budianto menegaskan bahwa ia tak mau lagi menjadi pengurus PSSI pada perideo berikutnya. 

Pria yang akrap disapa IB tersebut menyebut tidak akan mencalonkan dan juga tidak bersedia dicalon menjadi Exco PSSi di kepengurusan PSSI berikutnya. 

Lantas apa alasan IB tidak mau lagi mengurus PSSI? 

IB menyebut soal tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter saat pertandingan antara Arema vs Persebaya. 

Menurut IB, rasanya tidak elok dan tidak etis jika ia kembali menduduki posisi sebagai Exco PSSI periode berikutnya. 

“Rasanya tidak elok dan tidak etis jika saya kembali duduk di Exco PSSI. Itu sebabnya saya tidak mau mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan,” ujar Iwan Budianto seperti dikutip dari laman resmi PSSI. 

IB pun memberikan doa dan harapan untuk siapa pun nanti yang bakal memimpin PSSI agar bisa menjalankan amanah dari para voters. 

“Siapapun yang terpilih menjadi ketua umum, wakil ketua umum, dan Exco PSSI 2023- 2027 bisa menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemilik suara.” harapnya. 

Sosok Iwan Budianto bukan orang asing di sepak bola Indonesia. Ia cukup lama malang melintang di sepak bola nasional. 

Pasca tragedi Kanjuruhan, Iwan Budianto terungkap sebagai pemegang saham Arema FC yang berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI).

Nama IB muncul pasca pemeriksaan yang dilakukan terhadap Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana atau yang akrab disapa Juragan 99, sebagai saksi dari manajemen Arema FC terkait Tragedi Kanjuruhan. 

Berdasarkan data perusahaan PT AABBI per 10 Mei 2022 yang tercatat di Ditjen AHU Kemenkumham, disebutkan Iwan Budianto menjabat sebagai direktur utama dengan kepemilikan mayoritas saham Arema FC. Tercatat sebanyak 3.750 lembar saham atau senilai dengan Rp 3,75 miliar adalah milik IB.  

Diketahui, Iwan Budianto  juga sempat menjabat sebagai manajer utama Persik Kediri hingga mengantarkan tim legendaris asal Jawa Timur tersebut meraih dua gelar juara mentereng. Setelah lama memimpin Arema FC sebagai CEO klub berlogo singa itu, kemudian Iwan Budianto memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2019. 

Berita Terkait

Berita Terkini