Bolaindonesia

Ceramahi Pemain, Shin Tae-yong Minta Timnas Indonesia Belajar dari Piala Dunia 2022

Shin Tae-yong meminta para pemain Timnas Indonesia belajar dari Piala Dunia 2022

Irwan Febri Rialdi | Adie Prasetyo Nugraha

Shin Tae-yong memantau anak asuhnya saat di Turki (Instagram/shintaeyong7777)
Shin Tae-yong memantau anak asuhnya saat di Turki (Instagram/shintaeyong7777)

Bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan 'cemarah' kepada anak asuhnya. Ia meminta mereka belajar dari perhelatan Piala Dunia 2022.

Shin Tae-yong menjelaskan di ajang Piala Dunia 2022 bukan hanya kemampuan yang dituntut dari seorang pemain, melainkan juga fisik yang baik. Menurutnya fisik harus ditingkatkan agar bisa membuat permainan semakin berkembang.

Oleh sebab itu Shin Tae-yong lebih banyak fokus meningkatkan fisik. Sementara soal taktik dan strategi bisa dilakukan setelah fisik dianggap sudah mapan.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat memimpin latihan perdana dalam pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2022 di Bali, Senin (28/11/2022). [PSSI]
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat memimpin latihan perdana dalam pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2022 di Bali, Senin (28/11/2022). [PSSI]

Latihan fisik sangat penting dilakukan. Terlebih, sebagian besar pemain tidak bertanding karena kompetisi di Indonesia sedang dihentikan imbas Tragedi Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober lalu.

"Kalian pastinya tidak latihan penguatan di tim. Jadi latihan penguatan dasar dan latihan fisik juga. Kita akan persiapkan itu," kata Shin Tae-yong dilansir dari kanal YouTube PSSI, Kamis (1/12/2022).

"Kalian pasti menonton Piala Dunia? Sebaik apa pun kemampuan, kalau tidak punya fisik dasar dan penguatan dasar, pasti tidak bisa melakukan permainan yang baik. Itu salah satu prinsip saya," jelasnya.

Selain itu, juru taktik asal Korea Selatan itu meminta para pemain Timnas Indonesia memiliki dua keahlian untuk beradaptasi dengan sepak bola modern. Yaitu mampu menyerang dan bertahan dengan baik.

"Sepak bola modern sekarang, terbagi dua, menyerang dan bertahan. Selain kiper, semua harus melakukan itu," terang pelatih 52 tahun tersebut.

"Pemain Indonesia biasanya dibagi dua, pemain bertahan hanya bertahan, menyerang untuk menyerang, tidak ada itu. Pemain bertahan harus bisa menyerang, menyerang bisa bertahan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini