Bolaindonesia

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Media Asing Pesimis Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

Media asing mulai tak yakin Indonesia jadi tuan rumah Piala Asia 2023 akibat tragedi Kanjuruhan.

Rauhanda Riyantama

Polisi menembakkan gas air mata saat kericuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Twitter)
Polisi menembakkan gas air mata saat kericuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Twitter)

Bolatimes.com - Imbas dari tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan membuat media asing, MSN, pesimis Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia 2023.

Belum lama ini, dunia sepak bola dunia, terutama Indonesia, diselimuti awan duka usai terjadinya tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10).

Tragedi Kanjuruhan ini terjadi tepat setelah Derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023.

Pasca duel yang dimenangkan Persebaya itu, terdapat insiden yang berujung pada tewasnya 125 orang dari pihak penonton.

Tragedi ini terjadi setelah pihak suporter tuan rumah masuk ke dalam lapangan dan membuat situasi menjadi tak terkendali.

Hal ini membuat pihak keamanan melepaskan tembakan gas air mata ke tribun penonton yang berujung pada petaka yang lebih besar dengan tewasnya 125 penonton.

Tragedi ini pun kemudian memantik reaksi dari sepak bola dunia. Banyak elemen sepak bola dari berbagai negara maupun institusi melayangkan belasungkawa atas tragedi ini.

Di sisi lain, tragedi ini juga mencoreng nama Indonesia yang biasa dikenal dengan negara fanatik sepak bola di mata dunia.

Tercorengnya nama Indonesia pun diketahui dari pemberitaan media asing yang menyebut tragedi itu akan membuat Tanah Air tak akan terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia 2023.

Terdepak dari Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023?

Prediksi tak akan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2023 imbas dari tragedi Kanjuruhan itu dilaporkan oleh media asing, MSN.

Dalam artikelnya, disebutkan bahwa pengumuman tuan rumah Piala Asia 2023 sendiri akan digelar pada 17 Oktober 2022 mendatang.

Indonesia yang sebelumnya mengajukan diri sebagai tuan rumah, berpotensi tak dipilih karena tragedi Kanjuruhan tersebut.

Sebelumnya, Indonesia sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2023 seiring mundurnya China selaku tuan rumah yang ditunjuk pihak AFC.

Dalam perjalanannya menjadi tuan rumah ajang Piala Asia 2023, Indonesia bersaing dengan Qatar, Korea Selatan, dan Australia.

Namun mundurnya Australia membuat persaingan mengerucut ke Indonesia, Qatar dan Korea Selatan saja hingga medio September 2022 lalu.

Pihak AFC sendiri bahkan sempat memberi sinyal positif jika Indonesia bisa saja terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia 2023, dengan berkunjung dan melakukan pengecekan serta memberi masukan dalam proses Bidding tersebut.

Namun tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 itu seakan memupuskan harapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2023.

Sehingga, media asing tersebut meyakini bahwa AFC tak akan memilih Indonesia dan akan memilih salah satu dari Korea Selatan dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Asia 2023.

Di sisi lain, muncul kabar lainnya jika FIFA juga berpotensi meninjau ulang status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2022.

Hal ini diutarakan oleh pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, yang berkaca pada tragedi Heysel pada 1985 silam, di mana UEFA memberikan hukuman kepada klub-klub Inggris.

Kontributor: Felix Indrajaya

Berita Terkait

Berita Terkini