Bolaindonesia

Profil Dzenan Radoncic, Asisten Shin Tae-yong yang Mundur dari Timnas Indonesia

Dzenan Radoncic pulang kampung untuk rawat ibu.

Husna Rahmayunita

Dzenan Radoncic, asisten pelatih teknik Timnas Indonesia (dok. PSSI).
Dzenan Radoncic, asisten pelatih teknik Timnas Indonesia (dok. PSSI).

Bolatimes.com - Salah satu asisten yang membantu Shin Tae-yong di staf kepelatihan timnas Indonesia, Dzenan Radoncic, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Langkah ini diambil Dzenan Radoncic karena harus kembali ke negara asalnya, Montenegro, untuk mendampingi dan merawat ibunya yang tengah sakit keras.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengakui bahwa Dzenan Radoncic sudah kembali ke Montenegro. Ia akan memberikan kewenangan kepada Shin Tae-yong untuk mencari pengganti pria berusia 39 tahun itu.

"Radon (Dzenan Radoncic) saat ini sudah sampai di Montenegro. Siapa penggantinya itu terserah Shin Tae-yong (pelatih kepala timnas Indonesia-red)," ujar Indra Sjafri seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Sabtu (1/10/2022).

Indra menambahkan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga sudah mengetahui situasi ini dan memberikan lampu hijau kepada Shin untuk mencari asisten baru.

Radoncic memilih pulang ke Montenegro untuk menemani sang ibu lantaran dia merasa sudah terlalu lama meninggalkan perempuan yang sudah melahirkannya itu.

Sebelumnya, Dzenan Radoncic ditunjuk Shin Tae-yong untuk menggantikan sejumlah nama asistennya yang mengundurkan diri, yakni Gong Oh-kyun, Kim Hae-woon, Lee Jae-hong, dan Kim Woo-jae.

Profil Dzenan Radoncic

Sebagai informasi, Dzenan Radoncic merupakan mantan pesepak bola asal Montenegro yang sebelumnya berkarier sebagai penyerang saat masih aktif bermain.

Dzenan dikenal sebagai sosok striker yang tangguh. Hal ini tak terlepas dari postur tubuh lelaki kelahiran 2 Agustus 1983 ini yang terhitung jangkung.

Lelaki yang memiliki dua kewarganegaraan, yakni Montenegro dan Kroasia, ini mengawali kiprahnya bersama klub FK Ginje. Kemudian, ia sempat pindah untuk bermain bersama Rudar Pljevlja.

Pada Juli 2003, Dzenan sempat berkarier di Liga Kroasia untuk memperkuat Partizan. Setelah itu, pemain yang punya kaki kiri mematikan ini memilih untuk meninggalkan Eropa.

Dia memutuskan untuk singgah di Asia. Bahkan, selama bertahun-tahun, Dzenan mengepakkan sayapnya di sejumlah kompetisi di Benua Kuning.

Awalnya, Dzenan meniti karier di K League 1, alias kasta tertinggi Liga Korea Selatan, kemudian ia sempat bergeser ke Liga Jepang untuk bermain di sejumlah kasta, mulai dari J1 League hingga J2 League.

Selama berkarier di Negeri Ginseng, dia sudah membukukan total 48 gol dan 9 assist dari total 12 penampilannya. Sedangkan di J1 League, ia mengemas tujuh gol dan empat assist dari 32 laga.

Dari catatan yang dihimpun dari Transfermarkt, klub terakhir yang menjadi pelabuhan Dzenan Radoncic ialah Mornar Bar, klub asal Montenegro yang menutup kariernya sebagai pesepak bola pada 26 Januari 2016.

Bagi Shin Tae-yong, Dzenan Radoncic sebetulnya bukan sosok yang baru. Sebab, keduanya pernah bekerja sama ketika sama-sama berkarier bersama Seongnam pada 2009-2011.

Ketika itu, kolaborasi antara Shin Tae-yong dengan Dzenan Radoncic sukses menghasilkan gelar Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.

Kontributor: Muh Adif Setyawan

Berita Terkait

Berita Terkini