Bolaindonesia

Curhat Penumpang Pesawat Bertemu dengan Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan, Kenang Pesan Terakhir Anaknya

Ibu korban tragedi Kanjuruhan teringat pesan terakhir anaknya yang hendak menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Gagah Radhitya Widiaseno

Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (ANTARA/Vicki Febrianto)
Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Bolatimes.com - Curhat salah seorang penumpang pesawat yang bertemu ibu korban tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan publik. Curhat ini dibagikan oleh akun Instagram @ooginan dan kemudian di-repost oleh akun Twitter @idextratime.

Dalam curhat tersebut diceritakan seorang penumpang pesawat yang bertemu salah seorang ibu korban tragedi Kanjuruhan.

"Belum selesai perasaan ini kalut melihat timeline di sosmed dan juga kabar dari teman-teman Aremania. Tadi ketika di Bandara Soetta, pas hendak check-in ada ibu-ibu paruh baya yang menghampiri saya yang sedang berdiri di depan counter," tulisnya dalam curhatan.

"Mas ini gate untuk penerbangan ke Surabaya ya?" tanya ibu tersebut kepada pengunggah.

"Iya bu betul, ibu mau kemana?" balasnya.

Sang ibu langsung menarik napas dan berucap kepada pengunggah kalau dirinya ingin pulang ke Surabaya.

Curhat penumpang bertemu dengan ibu korban tragedi Kanjuruhan (Twitter/idextratime)
Curhat penumpang bertemu dengan ibu korban tragedi Kanjuruhan (Twitter/idextratime)

"Saya mau pulang mas, anak saya meninggal karena nonton pertandingan Arema," bebernya sambil terisak menahan tangis.

"Anak saya sudah dimakamkan tapi saya belum sempat lihat wajah untuk terakhir kalinya," tambah ibu tersebut kepada pengunggah.

Pada saat itu, pengunggah merasa kalau waktu berhenti dan hening sepersekian lamanya.

Lalu sang ibu korban menunjukkan pesan terakhir anaknya ke pengunggah ketika pamit untuk menonton pertandingan. Begini pesan terakhirnya.

"Bu saya izin berangkan nonton Arema nggih," tulis pesan korban kepada ibunya.

Sang ibu korban merasa sedih karena izin tersebut merupakan izin terakhir diterima olehnya.

Pengunggah merasa sudah kehabisan energi karena carut perasaan dan juga fisik karena bepergian. Tapi pengunggah mencoba menenangkan dan berdiri di samping ibu korban serta mencoba untuk mendekapnya.

Di sana, air mata ibunya tak tertahankan untuk keluar. Lalu sang pengunggah pun menawarkan tumpangan untuk jalan dari Surabaya menuju Malang. Untungnya ibunya menerima tawaran tersebut.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi Malang ini menyisakan duka bagi sepak bola Indonesia.

Di Stadion Kanjuruhan, ratusan suporter tewas setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Bajul Ijo.

Dilaporkan ada lebih dari 174 suporter tewas. Penanganan aparat keamanan pun menjadi sorotan karena menembakkan gas air mata ke tribun stadion.

Adapun, tragedi kemanusiaan yang terjadi baru ini di Stadion Kanjuruhan Malang sudah menyita atensi sepak bola dunia. Berbagai pihak dari mulai klub-klub Eropa hingga pemain angkat suara terkait insiden ini.

Berita Terkait

Berita Terkini