Bolaindonesia

Shin Tae-yong Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Curacao, Media Korea Selatan Bereaksi

Shin Tae-yong kembali dielu-elukan.

Husna Rahmayunita

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong. (Dok. PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong. (Dok. PSSI)

Bolatimes.com - Keberhasilan Timnas Indonesia mengalahkan Curaco di laga perdana FIFA Matchday membuat Shin Tae-yong disorot media Korea Selatan.

Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/9/2022), Timnas Indonesia menang dengan skor 3-2.

Tertinggal terlebih dahulu lewat gol Rangelo Janga pada menit ke-8, anak asuh Shin Tae-yong ini mampu membalikkan keadaan dengan memenangkan pertandingan 3-2.

Tiga gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak Marc Klok menit ke-18, Fachruddin Aryanto menit ke-22 dan gol cantik dari Dimas Drajad menit ke-56.

Kemenangan Timnas Indonesia atas tim peringkat FIFA ke-84 ini pun jadi sorotan media asal Shin Tae-yong, Korea Selatan.

Salah satu media Korsel, xportsnews.com dalam ulasannya menyebut kemenangan Timnas Indonesia ini tak lepas dari sihir yang dimiliki Shin Tae-yong.

"Sihir Shin Tae-yong. Timnas Indonesia kalahkan Curacao 3-2, yang 71 lebih tinggi peringkatnya dari mereka di ranking FIFA," tulis media Korsel itu dikutip dari SuaraBekaci.id.

Sebelumnya, kemampuan Shin Tae-yong juga sempat dipuji oleh media Vietnam. Salah satu media Vietnam, Thethao247 menyebut bahwa Timnas Indonesia saat ini di bawah pelatih Shin Tae-yong sangat berbahaya.

"Indonesia sangat berbahaya di bawah pelatih Shin Tae-yong," tulis pemberitaan media asing tersebut.

Dalam ulasannya, sumber tersebut juga menyebut sosok Shin Tae-yong mampu memotivasi dan mendorong para pemain Indonesia untuk berkembang lebih baik.

"Kualitas pemain Indonesia cepat, kuat, dan tanpa kompromi. Mereka juga memiliki keunggulan teknis. Ini membuat mereka memiliki kesamaan dengan pemain Korsel dan itu menjadi keuntungan bagi pelatih Shin,"

Sementara itu, Shin Tae-yong meski senang anak asuhnya meraih kemenangan mengaku harus ada evaluasi untuk pemain timnas Indonesia, utamanya di sektor belakang.

"Tim kita memang kurang untuk latihan pertahanan, memang ada beberapa kali kesalahan, dan itu akan lebih fokus memperbaikinya," ujar pelatih berusia 52 tahun tersebut.

(SuaraBekaci.id/Galih Prasetyo)

Berita Terkait

Berita Terkini