Bolaindonesia

Seret Nama Egy, Media Vietnam Singgung Nasib Witan Sulaeman usai Tinggalkan Lechia Gdansk

Witan disebut senasib dengan Egy.

Husna Rahmayunita

Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. (Instagram/@egymaulanvikri)
Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. (Instagram/@egymaulanvikri)

Bolatimes.com - Media Vietnam turut menyoroti keputusan Witan Sulaeman yang mengakhiri kontrak dengan klub Polandia Lechia Gdansk. Nama Egy Maulana Vikri terseret.

Diketahui, Lechia Gdansk mengumumkan hengkangnya Witan Sulaeman pada Selasa (26/7/2022) dalam pernyatan resmi.

"Rafal Kobryn dan Witan Sulaeman mengakhiri kontrak dengan kesepakatan bersama. Kedua pemain ini bebas mencari klub baru," bunyi pernyataan Lechia Gdansk seperti dikutip dari laman resmi klub.

Witan Sulaeman mengakhiri kerja sama meski kontraknya bersama tim berjuluk Bialo-Zieloni masih tersisa satu tahun.

Semenjak bergabung pada September 2021, pemain Timnas Indonesia memang belum mendapat kesempatan untuk debut. Ia kesulitan menembus tim inti.

Perfomanya mentereng saat dipinjamkan ke klub Slovakia, FK Senica. Dari 12 laga yang diikuti, ia berhasil mengemas empat gol.

Setelah mengakhiri masa pinjaman, tak berselang lama Witan Sulaeman memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Lechia Gdansk.

Keputusan ini seketika jadi bahasan media Vietnam. Soha.vn dalam artikelnya menyebut Witan kini senasib dengan Egy yang juga hengkang dari FK Senica.

Terlebih keduanya dinilai tetap ingin melanjutkan karier di Eropa, meski belum mendapat pelabuhan baru.

"Witan dan Egy terjerumus dalam pengangguran. Banyak tawaran dari tim Tanah Air, namun dua bintang muda itu masih ingin melanjutkan karier di Eropa," tulis Soha.vn, Rabu (27/7).

Witan dan Egy disebut memiliki waktu satu bulan untuk menentukan langkah baru. Tapi keduanya diprediksi akan kesulitan menentukan tim baru, karena performa yang menurun.

"Dengan penurunan performa Witan dan cedera yang terus-menerus dirasakan Egy, akan sulit bagi kedua pemain Indonesia itu untuk menemukan pelabuhan baru yang mereka sukai," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini