Bolaindonesia

Stadion GBLA Sudah Makan 4 Korban Jiwa: dari Riko Andrean, Haringga Sirla, hingga Solihin dan Sopian

Total sudah ada empat suporter yang tewas di Stadion GBLA.

Rauhanda Riyantama | Adie Prasetyo Nugraha

Suasana stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat acara pembukaan PON XIX Jabar, di Bandung, Sabtu (17/9/2016). [Antara/M Agung Rajasa]
Suasana stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat acara pembukaan PON XIX Jabar, di Bandung, Sabtu (17/9/2016). [Antara/M Agung Rajasa]

Bolatimes.com - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) lagi-lagi memakan korban jiwa. Terkini dua suporter tewas saat menonton laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2022.

Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf yang merupakan seorang loyalis Persib Bandung alias Bobotoh berangkat ke GBLA untuk mendukung tim kesayangannya bertanding melawan Persebaya Surabaya, Jumat (17/6/2022) malam.

Alih-alih mendapat hiburan, namun nasib berkata lain. Keduanya pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan tidak bernyawa.

Dugaan awal kematian keduanya karena desak-desakan saat hendak masuk ke dalam GBLA. Memang, antusias penonton menyaksikan pertandingan tersebut sangat luar biasa.

Padahal, panitia pertandingan cuma menyediakan 15 ribu lembar tiket untuk pertandingan tersebut. Bahkan, disebutkan sejak awal sebelum bergulirnya Piala Presiden 2022, stadion hanya boleh diisi 75 persen dari kapasitas stadion.

Namun, yang terjadi di lapangan berbeda. Terlihat tribun Stadion GBLA dari layar kaca dipenuhi oleh penonton yang ingin menyaksikan klub kesayangannya bertandingan.

Diduga banyak penonton tidak memiliki tiket memaksa masuk atau bahasa suporternya 'jebolan'. Panitia pertandingan alias yang menjaga keamanan tidak bisa membendung antusias mereka.

Entah siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini, di mana seharusnya mereka yang tak punya tiket dilarang masuk area stadion, agar menghindari membeludaknya suporter.

Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf bukan yang pertama kehilangan nyawa di Stadion di GBLA. Sebelumnya, ada dua suporter yang merasakan hal serupa.

Pada 2017, Riko Andrean tewas setelah dikeroyok rekan-rekannya sendiri yang juga seorang Bobotoh. Riko putus nyawa setelah berusaha membantu suporter dari tim rival dari amukan oknum Bobotoh.

Setahun setelahnya, ada Haringga Sirla yang merupakan simpatisan Persija Jakarta rival Persib Bandung. Sosok yang diketahui sebagai The Jakmania itu tewas karena dianiaya secara brutal setelah ketahuan menyusup ke GBLA oleh para Bobotoh.

Nah, tentu ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Apalagi, antusias tinggi suporter di GBLA ketika Persib Bandung tengah menjalani lagi big match seperti kontra Persebaya Surabaya, Arema FC, dan Persija Jakarta.

PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator, Panitia pertandingan, dan kepolisian harus bisa segera melakukan investigasi terkait masalah ini. Harus segera dicari biang keroknya, agar tak ada lagi yang kehilangan nyawa.

Berita Terkait

Berita Terkini