Bolaindonesia

Profil Sani Rizki, Menanti 2 Tahun hingga Dipanggil Timnas Indonesia

Setelah lama menghilang, Sani Rizki akhirnya dipanggil Shin Tae-yong untuk bermain di timnas senior.

Rauhanda Riyantama

Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Sani Rizki Fauzi (kanan) menggiring bola dengan dibayangi pesepak bola Timnas Iran U-23 Aref Gholami pada pertandingan sepak bola persahabatan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (13/11/2019). Pertandingan uji coba menjelang Timnas Indonesia U-23 ke SEA Games 2019 itu berakhir imbang dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj.
Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Sani Rizki Fauzi (kanan) menggiring bola dengan dibayangi pesepak bola Timnas Iran U-23 Aref Gholami pada pertandingan sepak bola persahabatan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (13/11/2019). Pertandingan uji coba menjelang Timnas Indonesia U-23 ke SEA Games 2019 itu berakhir imbang dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj.

Bolatimes.com - Akhirnya panggilan itu kembali datang ke Sani Rizki Fauzi. Dia masuk ke dalam daftar 27 pemain Timnas Indonesia yang dibawa Shin Tae-yong untuk laga uji coba di FIFA Match Day.

Sani dan 26 pemain lainnya bakal melakoni pemusatan latihan di Bali sebelum menghadapi Timor Leste di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, pada 24 dan 27 Januari 2022.

Ini menjadi kali pertama buat Sani dipanggil ke skuad tim nasional senior Indonesia. Namun, dia merupakan sosok yang tenar di tim nasional kelompok umur.

Dia merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-22 yang menjuarai Piala AFF U-22 2019, bahkan dia menjadi salah satu pencetak gol Indonesia ke gawang Thailand.

Berikut profil ringkas dari Sani Rizki Fauzi yang sudah dirangkum Bolatimes dari berbagai sumber.

Profil Sani Rizki Fauzi

Sani Rizki merupakan sosok kelahiran Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 Januari 1998. Beberapa minggu lalu, dia genap berusia 24 tahun.

Dia sudah mengenal sepak bola sejak bocah, lalu bergabung dengan sekolah sepak bola di kampung halamannya saat duduk di bangku kelas 3 SD.

Sempat bersekolah di SMAN 1 Cicurug, sepak bola membawa Sani bisa meraih beasiswa di SKO Ragunan, Jakarta. Dari sana dia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SPN (Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara) Lido.

Sambil melakoni profesinya sebagai Polisi, Sani ikut seleksi Bhayangkara FC U-19 dan ikut di Liga 1 U-19. Lalu pada 2018, dia resmi menjadi bagian tim senior Bhayangkara FC.

The Guardian lantas menjadi tim profesional pertama dan sejauh ini menjadi satu-satunya yang dibela oleh Sani Rizki selama berkarir sebagai pemain pro.

Meski tak selalu menjadi pilihan utama di tim, Sani Rizki tetap menjadi pilar penting di Bhayangkara FC. Buktinya, sudah 4 musim dia bertahan di sana.

Selama 4 musim terakhir ini, Sani sudah mencatatkan 54 penampilan dengan menorehkan 3 gol. Selain itu, ada kelebihan lain yang dimiliki oleh Sani Rizki Fauzi.

Dia dikenal sebagai pemain yang bisa bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang, bek kiri, dan kini reguler dipasang sebagai bek kanan.

Penampilan apik Sani di level klub, sempat membuatnya dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-22 pada 2019 yang saat itu dilatih oleh Indra Sjafri.

Dia menjadi salah satu pahlawan Indonesia yang berhasil mengalahkan Thailand pada laga final Piala AFF U-22 2019.

Sani Rizki juga menjadi bagian Timnas Indonesia U-23 yang dilatih Indra Sjafri pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina.

Sayangnya, Sani Rizki Fauzi harus puas dengan mendapatkan medali perak usai dikalahkan Vietnam pada laga puncak.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini